- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Inggris Ungkap Fakta Baru Soal Virus Bedebah di Wuhan, Lebih Dahsyat dari Bom Atom

WUHAN -Virus bedebah Covid-19 yang kini menyebar ke penjuru dunia diduga berasal dari awal diduga dari laboratorium di Wuhan terkait program senjata biologis China. Dan kini beberapa negara dunia berkeyakinan Labotarium Wuhan memanglah sarang pengembangan virus.
‘The Mail on Sunday’ media Inggiris mengungkap sebuah program nasional yang diarahkan oleh lembaga pemerintah komunis China untuk menemukan virus baru dan mendeteksi senjata biologis yang terlibat dalam penularan penyakit, telah berlangsung sejak 9 tahun lalu
Meskipun China berulang kali menolak adanya keterkaitan antara Wuhan Institute Virology – WIV atau Institut Virologi Wuhan dengan penelitian virus proyek militer, namun, dokumen yang diperoleh media Inggris ‘The Mail on Sunday’ menunjukkan, bahwa China telah menekuni sebuah proyek militer rahasia sejak 9 tahun lalu. Ditemukan juga bahwa ilmuwan dari laboratorium Wuhan yang mempelajari penyakit kelelawar telah terlibat langsung dalam penelitian terhadap virus hewan yang merupakan bagian dari proyek rahasia militer komunis Tiongkok.
Baca Lainnya :
- Kartu Pra Kerja Resmi Diluncurkan, Pendaftaran Mulai April 20201
- Massa Turunkan Paksa Spanduk Maklumat Cegah Corona di Masjid Raya Bandung0
- Instruksi Tegas Mendikbud: Guru dan Pengajar Tidak Usah ke Sekolah0
- Penanganan Covid-19 Dandim 0624 Wakili Pelaksana Gugus Tugas di RS Al Ihsan 0
- Bupati Bandung Jelaskan 3 Warganya Positif Corona0
Menurut ‘The Mail on Sunday’, dokumen mengungkapkan bahwa sebuah program nasional yang diarahkan oleh lembaga pemerintah komunis Tiongkok untuk menemukan virus baru dan mendeteksi “materi gelap” biologis yang terlibat dalam penularan penyakit telah berlangsung sejak 9 tahun lalu.
Seorang ilmuwan China terkemuka berhasil menemukan 143 jenis penyakit baru hanya dalam 3 tahun pertama penelitian terkait proyek tersebut. Ilmuwan itu mengumumkan urutan gen pertama virus Covid-19 atau virus Komunis TIongkok pada bulan Januari 2020 silam.
Mantan pejabat intelijen militer Israel Dany Shoham yang mempelajari perang biologi China menjelaskan, laboratorium itu terkait dengan program senjata biologis rahasia China.
"Sejumlah laboratorium di institut itu mungkin terkait, dalam hal riset dan pengembangan, dalam ( senjata biologis ) China, paling tidak secara kolateral, namun belum sebagai fasilitas utama senjata biologi China," papar Shoham pada The Washington Times.
"Pekerjaan pada senjata biologis itu dilakukan sebagai bagian riset militer-sipil dan jelas rahasia," papar dia melalui email.[]




































