- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Ibadah di Masjid Istiqlal Harus Tunjukkan Bukti Vaksin

JAKARTA, --Wakil Ketua bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengatakan prasyarat bagi para jemaah yang hendak beribadah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat harus menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19).
Hal tersebut merupakan salah satu protokol kesehatan yang diterapkan masjid Istiqlal kepada jemaah di tengah pemberlakuan kebijakan PPKM saat ini.
"Memperlihatkan bukti vaksin [suntikan] satu atau pun dua ke petugas yang ada di pintu masuk," kata Abu, Kamis (19/8).
Baca Lainnya :
- 10 Hal Terjadi pada Tubuh Bila Biasa Begadang0
- Kota Tasikmalaya Siapkan Makam Khusus Korban Positif Corona0
- 10 Aksi Langkah Yang Akan Dijalankan Bupati SUKABUMI, Penanganan Penyebaran COVID 190
- Gerindra dan PKS Kritik Yurianto Soal Orang Miskin0
- Dybala Saat Positif Virus Corona: Saya Kesulitan Bernapas0
"Kami prioritas jamaah yang sidah di vaksin ya," tambah dia.
Tak hanya itu, Abu juga menjelaskan bahwa Istiqlal hanya dibuka secara terbatas sebesar 25 persen dari total kapasitas.
Istiqlal juga tak merekomendasikan anak-anak dan lansia untuk turut beribadah berjemaah di dalam masjid. Hal itu dikarenakan anak-anak dan lansia sangat rentan terhadap penularan virus corona.
Abu juga berharap para jemaah yang hendak beribadah bisa membawa peralatan salatnya masing-masing dari rumah.
"Iya sajadah juga harus bawa masing-masing, karena karpet Istiqlal belum digelar," kata dia.
Sebelumnya, masjid terbesar di Asia Tenggara itu akan resmi dibuka bagi umat Islam untuk beribadah pada Jumat (20/8) esok. Istiqlal sendiri sempat memutuskan tak menggelar semua kegiatan ibadah berjemaah sejak akhir Juni 2021 lalu imbas melonjaknya penularan virus corona.
Pemprov DKI Jakarta telah mengizinkan tempat ibadah bisa beroperasi 50 persen kapasitas atau 50 orang dengan protokol kesehatan ketat pada PPKM level 4.[]
































