- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Harga Kedelai Menjulang, Tukang Gorengan Ikut Meradang

BANDUNG - Naiknya harga kedelai impor otomatis berdampak kepada sejumlah pedagang makanan. Khususnya, pedagang yang memakai tempe dan tahu sebagai bahan baku produk dagangannya.
Salah seorang pedagang gorengan, Ade Lesmana (40 tahun) mengatakan, naiknya harga kedelai seperti sekarang ini memang sangat berdampak bagi pedagang kecil seperti dirinya.
“Terasa banget naiknya. Satu acak itu kan naik Rp5.000 ya, nah saya tuh biasa bawa tahu tiga acak. Jadi, kalau tiga acak itu kan berarti Rp15.000 naiknya. Itu jatah beli nasi Padang saya jadi hilang,” ujarnya, Sabtu (5/6/2021).
Baca Lainnya :
- Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
- Ikut Campur Urusan Ayu Ting Ting Keluar dari Pesbukers, Syifa Sebut Kakaknya Dianggap Sampah0
- Pengeroyok Anggota Banser Gresik: Cuma Cari Jati Diri, Tak Ada Kaitan Perguruan Silat0
- Ketua Komisi X: Kami Sepakat UN Ditiadakan, Kelulusan Siswa Bisa Ditentukan Nilai Rapor 0
Ade mengakui masa pandemi seperti saat ini memang merupakan situasi yang sulit bagi semua orang, tidak terkecuali para pedagang. Menurut dia, aktivitas berdagang yang dilakukannya hanya sekadar untuk bertahan hidup.
Sementara itu, dia mengaku, tidak ada pengurangan dari ukuran tempe dan tahu yang dijualnya dan harga jual gorengannya pun tidak dinaikkan. Hal ini terpaksa dia dilakukan karena takut kehilangan pelanggan.
“Saya tidak berani begitu. Tidak berani naikkin walaupun harga kacang (kedelai) itu naik. Gorengan tetap saja Rp1.000, karena penjualannya itu sulit ditambah sekarang juga masih pandemi,” ungkapnya.[]
































