- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Dua Ribu Kepala Keluarga di Garut Terdampak Bencana

GARUT -Bencana alam mengepung wilayah selatan Kabupaten Garut, Senin (13/10) lalu. Ada ribuan keluarga yang terdampak di enam kecamatan.
Bencana terjadi di enam kecamatan saat itu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, ada tiga bencana yang terjadi dengan rincian:
- Kecamatan Pameungpeuk: Banjir
Baca Lainnya :
- Puluhan Warga Mengungsi dan Makam Tergerus Longsor, Tasik Masih Darurat Bencana0
- Dua Pemuda di Sukabumi Dihakimi Massa, Diduga Transaksi Sabu0
- Guru Prancis Dipenggal, Pelakunya Remaja 18 Tahun Asal Chechnya0
- Pertamina Tukar Tabung Gas Biru 12 Kg ke Bright Gas Pink0
- 5 Tewas Akibat Rem Truk Blong di Jalan Raya Puncak Bogor 0
- Kecamatan Cikelet: Banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah
- Kecamatan Cibalong: Banjir
- Kecamatan Peundeuy: Tanah longsor
- Kecamatan Cisompet: Tanah longsor
- Kecamatan Banjarwangi: Pergerakan tanah
Dari data yang diperoleh dari BPBD tersebut, diketahui ada sekitar dua ribuan kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana Senin lalu. Ada ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Rusak ringan 641, rusak sedang 297 dan rusak berat 203 rumah," ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Sofyan, Sabtu (17/10/2020).
Selain merusak rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak bencana. Seperti 27 masjid, 11 pos yandu dan 8 bangunan sekolah.
Pemda Garut sendiri telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari pasca banjir bandang dan bencana lain di Garut selatan.
Wakil Bupati Helmi Budiman mengatakan, Pemda saat ini fokus menangani korban bencana. Selain itu, sejumlah fasilitas umum yang terdampak juga menjadi prioritas.
"Kita masih fokus penanganan korban. Fasilitas umum yang terdampak juga jadi prioritas untuk segera diperbaiki," ucap Helmi kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).[]


































