- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Guru Prancis Dipenggal, Pelakunya Remaja 18 Tahun Asal Chechnya

PARIS -Polisi Prancis telah menembak mati pelaku yang memenggal kepala seorang guru di dekat sebuah sekolah di pinggiran Paris. Pelaku disebut sebagai seorang remaja berusia 18 tahun yang lahir di Moskow dan berasal dari wilayah Chechnya, Rusia.
Demikian diungkapkan sumber pengadilan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/10/2020). Sumber yang tak ingin disebut namanya itu, juga mengatakan bahwa lima orang lagi telah ditahan atas pembunuhan tersebut, termasuk kedua orang tua dari seorang anak di sekolah tempat guru itu bekerja. Dengan demikian, sejauh ini sudah sembilan orang yang ditangkap polisi terkait pembunuhan tersebut.
Guru tersebut dipenggal setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Menurut sumber tersebut, kedua orang tua yang ditahan itu mengisyaratkan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan guru untuk menunjukkan kartun tersebut.
Baca Lainnya :
- Pertamina Tukar Tabung Gas Biru 12 Kg ke Bright Gas Pink0
- 5 Tewas Akibat Rem Truk Blong di Jalan Raya Puncak Bogor 0
- Pollycarpus Meninggal karena Terpapar Covid-190
- Dewan Pers : Perusahan Pers Dapat Menerbitkan Beberapa Media dengan Satu Badan Hukum0
- Malaysia Sebut Tertular Virus Corona Mutan dari Indonesia atau Filipina0
Orang-orang lainnya yang ditahan untuk diinterogasi adalah anggota lingkaran sosial tersangka tetapi bukan anggota keluarga.
Penyerang ditembak oleh polisi dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. Dokumen identitas ditemukan padanya.
Prancis telah menyaksikan gelombang kekerasan sejak serangan teror 2015 terhadap majalah satire Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi di Paris.
Jaksa anti-teror Prancis mengatakan mereka memperlakukan serangan itu sebagai "pembunuhan yang terkait dengan organisasi teroris".
Serangan itu terjadi di pinggiran kota Paris pada Jumat (16/10) sekitar pukul 17.00 waktu setempat dekat sekolah menengah tempat korban bekerja di Conflans Saint-Honorine, pinggiran barat laut sekitar 30 kilometer (20 mil) dari pusat kota Paris.
Pembunuhan itu memiliki ciri khas "serangan teroris Islam", kata Presiden Emmanuel Macron saat ia mengunjungi tempat kejadian.
Polisi menyatakan bahwa korban adalah seorang guru sejarah yang baru-baru ini menunjukkan kartun Nabi Muhammad sebagai bagian dari diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi.[]


































