- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Bupati Cianjur Minta Dinkes Segera Bayar Insentif Nakes

CIANJUR -- Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, menugaskan dinas kesehatan segera membayar insentif tenaga kesehatan yang belum dibayarkan. Bahkan pihaknya telah menyiapkan anggaran dari APBD perubahan, sehingga tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 sudah menerima haknya.
"Saya akan tanyakan ke Dinkes Cianjur, informasinya sudah, tapi kalau memang belum harus segera dibayarkan. Terkait nilai insentif, baru disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Namun berdasarkan kebijakan pusat harus sesuai dengan nilai yang ditentukan," katanya.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Keluarkan Izin Impor Gula Konsumsi 100 Ribu Ton0
- 104 Narapidana di Lapas Tasikmalaya Dapat Asimilasi0
- Gaji Wali Kota Sukabumi Disumbangkan untuk Tangani Covid-190
- Rapid Test Corona di Stadion GBLA Batal, Ditolak Warga0
- Bupati di Papua Ngamuk Marahi Menko Luhut, Kami Tetap Tutup Akses0
"Memang ada kekurangan, karena ternyata harus sesuai dengan nilai yang ditentukan pusat. Sudah dianggarkan, rencananya dibayar di APBD perubahan," katanya.
Sementara tenaga kesehatan di Cianjurhingga saat ini belum menerima insentif penanganan Covid-19 sejak tiga bulan terakhir. Tidak hanya itu, insentif mereka juga tidak sesuai dengan ketentuan pusat sejak Januari 2021, seperti yang diutarakan sejumlah nakes di RSUD Cianjur, yang minta namanya dirahasiakan.
"Insentif Covid-19 terakhir dibayarkan Juni, sedangkan sejak Juli hingga Oktober, belum ada pembayaran insentif. Sudah tiga bulan tidak ada insentif, sehingga rekan-rekan nakes sudah banyak yang mempertanyakan, karena mereka tetap bertugas setiap hari, meski kasus mulai turun," kata seorang nakes pria.
Sedangkan terkait besaran insentif yang seharusnya mereka terima disesuaikan dengan kebijakan pusat di angka Rp 7 juta. Namun kenyataanya sejak Januari, mereka hanya menerima insentif sebesar Rp 3,5 juta dengan alasan disesuaikan dengan kemampuan daerah.
"Katanya disesuaikan dengan kemampuan daerah, jadi kami hanya menerima setengah dari ketentuan Pusat. Tapi kabarnya sekarang harus sesuai dengan kebijakan Pusat. Jadi selain ada tunggakan insentif, kami juga menunggu kejelasan sisa pembayaran insentif dari Januari," katanya.
Pihaknya dan ratusan nakes lainnya, berharap kepastian pencarian dan besaran insentif yang akan diterima karena sejak awal pandemi, hingga saat ini, mereka tetap bertugas bertaruh nyawa digarda terdepan.
"Semoga ini menjadi perhatian pemerintah, agar insentif yang seharusnya sudah diterima sejak beberapa bulan yang lalu, segera cair," katanya.[]
<!--[if gte mso 9]><xml>
































