- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
2.800 Sekolah di Jabar Ajukan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

CIANJUR - Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat sudah 2.800 SMK/SMK sederajat mengajukan izin pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, mengatakan untuk Juli mendatang Pemprov menyediakan dia pilihan terkait penyelengaraan pendidikan, yakni PTM atau tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Itu dikembalikan pada orang tua, jadi meski sekolah sudah PTM tapi orang tua memilih anaknya tetap PJJ itu tergantung pada orang tuanya," kata dia saat ditemui di Pendopo Cianjur, Jalan Siti Jenab, Rabu (7/4/2021).
Baca Lainnya :
- Aliansi Buruh se-Jawa Barat Demo Menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja0
- Persib Kokoh di Puncak, Menang 2-1 atas PSS Sleman0
- Antisipasi Virus Corona, Disdik KBB Liburkan Siswa Selama Dua Pekan0
- Seluruh Sekolah di Kab. Sukabumi KBM Jarak Jauh0
- Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi Sigap0
Namun dari total 4.996 sekolah tingkat atas di Jawa Barat, secara bertahap setiap sekolah mulai mengajukan untuk menyelenggarakan PTM.
"Sekarang sudah sekitar 2.800 sekolah yang mendaftar, menyiapkan sarana dan prasarana. Termasuk menyediakan perlengkapan seperti masker dan tempat cuci tangan," ujar Dedi.
Tidak hanya sarana prokes, sekolah juga diharuskan menyiapkan tempat isolasi dan pemeriksaan kesehatan untuk siswa.
Jika ada siswa yang menunjukan gejala, maka langsung ditangani di fasilitas tersebut sebelum diambil alih penangan nya oleh puskesmas atau dinas kesehatan di wilayahnya masing-masing.
"Sekolah diminta menyediakan ruang isolasi dan fasilitas kesehatan. Begitu ada yang positif, nanti sekolah melakukan penanganan pertama. Kemudian dilaporkan pada dinas kesehatan atau puskesmas untuk ditangani lebih lanjut," ucapnya.
Dia menambahkan jika nantinya ada kebijakan PPKM karena terjadi lonjakan kasus, maka PTM dimungkinkan dihentikan kembali untuk sementara waktu.
"Meskipun Juli sudah PTM, kalau ternyata ada kebijakan PPKM lagi dari Pemprov atau pemerintah pusat, kemungkinan dihentikan lagi sementara waktu hingga situasi memungkinkan PTM digelar kembali," tuturnya.
Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait sekolah yang siap untuk PTM.
Pemerintah kecamatan hingga desa terus melakukan pengecekan ke setiap sekolah untuk memastikan fasilitas sudah memadai.
"Untuk jumlahnya masih didata, karena kita bukan berdasarkan ajuan tapi pemantauan langsung. Jadi yang boleh PTM yang memang lengkap berdasarkan kajian petugas di lapangan. Termasuk salah satu syaratnya ialah gurunya sudah divaksinasi," pungkasnya. []

































