- Pedagang Tutup Akses Jalan, Protes Penutupan Wisata Meluas ke Carita
- Petugas Tutup Objek Wisata Cipanas Garut, Wisatawan Mulai Membludak
- Satgas Indramayu Tutup Semua Objek Wisata
- 8 Wisatawan di Pangandaran Positif Covid-19
- Dua Calon Pengunjung Kebun Binatang Bandung Positif Covid-19
- Polres Sukabumi Ungkap Motif Mahasiswa Lakukan Pembunuhan Berencana
- Wali Kota Depok Pantau Penduduk yang Baru Mudik dan Gelar Rapid Test Antigen
- Maling Motor di Kuningan Diarak Warga lalu Dibuang ke Saluran Irigasi
- Empat Warga Bandung Terseret Ombak ,Wisata ke Pantai Santolo
- Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
- Pemkab Pangandaran Lakukan Rapid Antigen Acak, Usai Ledakan Wisatawan di Batu Karas
- Dikepung Pasukan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak
- Indonesia Dorong OKI Lakukan 3 Langkah Kunci Selesaikan Konflik Palestina-Israel
- Rossi-Marquez Melempem, Jack Miller Juara MotoGP Prancis 2021
- Sedan Camry Seruduk Warung dan 3 Kendaraan Lain di Bekasi, Sopir Diduga Linglung
Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah

MALANG - Gempa bumi besar bermagnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Malang , Jawa Timur dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah bangunan rusak berat hingga rata dengan tanah.
Salah satu kerusakan paling parah terjadi di Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Kasi Pemerintahan Desa Wonoagung, Dias Eka Pratama menyebutkan, ada 29 rumah warga yang rusak akibat gempa.
Baca Lainnya :
- Rano Karno Akui Terima Rp 7,5 Miliar dari Adik Ratu Atut0
- Jurusan Pendidikan MIPA UIN SGD Jadi Pionir Pembelajaran Daring0
- Iwa Karniwa Dituntut Enam Tahun Penjara0
- Kematian Siswa Sukabumi, Tujuh Pelajar Ditetapkan Tersangka0
- Rekam Suara di Facebook Bakal Dapat Bayaran0
"Rumah rusak berat ada 10 unit. Kondisinya rata dengan tanah. Dua di antaranya ada di Dusun Wonokitri. Sementara sisanya rusak sedang dan ringan," ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena saat gempa terjadi pemilik rumah sedang keluar. "Kondisi rumah kosong, pemiliknya keluar, sehingga selamat," imbuh Dias.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 18.00 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo (M) 6,1 (sebelumnya disebut M 6,7) itu mengakibatkan 6 korban tewas dan 1 luka berat.
"Rincian korban meninggal dunia, 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, sedangkan masing-masing 2 warga meninggal di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang dan 1 di Kabupaten Malang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021) malam.
Hingga saat ini, BNPB terus memutakhirkan data berdasarkan kaji cepat dari BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur. Petugas di lapangan masih terus melakukan penilaian dampak dan kebutuhan pascagempa.
"Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan," lanjutnya. Sedangkan di Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi.
Terkait dengan kerusakan, BPBD beberapa wilayah masih terus melakukan pendataan di lapangan. Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menyatakan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan.
Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang. "Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat," papar Raditya.
BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Jawa Timur. []




































