- Pedagang Tutup Akses Jalan, Protes Penutupan Wisata Meluas ke Carita
- Petugas Tutup Objek Wisata Cipanas Garut, Wisatawan Mulai Membludak
- Satgas Indramayu Tutup Semua Objek Wisata
- 8 Wisatawan di Pangandaran Positif Covid-19
- Dua Calon Pengunjung Kebun Binatang Bandung Positif Covid-19
- Polres Sukabumi Ungkap Motif Mahasiswa Lakukan Pembunuhan Berencana
- Wali Kota Depok Pantau Penduduk yang Baru Mudik dan Gelar Rapid Test Antigen
- Maling Motor di Kuningan Diarak Warga lalu Dibuang ke Saluran Irigasi
- Empat Warga Bandung Terseret Ombak ,Wisata ke Pantai Santolo
- Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
- Pemkab Pangandaran Lakukan Rapid Antigen Acak, Usai Ledakan Wisatawan di Batu Karas
- Dikepung Pasukan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak
- Indonesia Dorong OKI Lakukan 3 Langkah Kunci Selesaikan Konflik Palestina-Israel
- Rossi-Marquez Melempem, Jack Miller Juara MotoGP Prancis 2021
- Sedan Camry Seruduk Warung dan 3 Kendaraan Lain di Bekasi, Sopir Diduga Linglung
KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bakal melakukan rotasi dan pembenahan untuk menghindari kejadian pencurian barang bukti kasus korupsi kembali terulang.
Pegawai KPK berinisial IGAS kedapatan mencuri barang bukti (barbuk) kasus suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Barbuk yang dicuri itu berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.
Baca Lainnya :
- Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Seluruh Indonesia0
- Update Virus Corona Hari Ini: 182.405 Orang Terinfeksi, 79.433 Pasien Sembuh0
- Tiga Pasien Corona yang Sembuh di beri Jamu dari Jokowi0
- Kemendikbud jelaskan Syarat Sekolah Dapatkan Dana Bos0
- ASN Boleh Kerja dari Rumah Sampai 31 Maret 20200
"Oleh karena itu, kami akan kemudian melakukan perbaikan akan merotasi, maksudnya rotasi apa? rotasi baik personel maupun secara reguler kunci itu agar menggunakan kode kode yang selalu akan secara reguler kami acak kembali," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).
Rotasi dan pembenahan, Ghufron menjelaskan, dalam tata kelola alat bukti terdapat pengamanan tiga lapis untuk menuju tersebut. Sebab itu, nantinya akan dilakukan pergantian password yang berganti-ganti.
"Itu yang akan kami lakukan perbaikan untuk mengakses kepada barang bukti keberangkas kami kami akan melakukan pemutaran artinya supaya passwordnya itu tidak tetap selama satu tahun," ujar Ghufron.
IGAS merupakan pegawai yang bertugas di Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Tugas IGAS, salah satunya adalah menjaga barang bukti tindak pidana korupsi di lapisan pengamanan pertama. Oleh karenanya, dia berhasil dengan mudah melewati lapis pengamanan pertama.
Untuk melewati lapisan pengamanan berikutnya, IGAS diduga mencuri kunci dari petugas yang menjaganya. Kebetulan, petugas yang menjaga lapis pengamanan berikutnya, merupakan rekan IGAS. Sehingga, kata Ghufron, IGAS sudah mengetahui kunci pengamanan di lapis berikutnya []




































