- Pedagang Tutup Akses Jalan, Protes Penutupan Wisata Meluas ke Carita
- Petugas Tutup Objek Wisata Cipanas Garut, Wisatawan Mulai Membludak
- Satgas Indramayu Tutup Semua Objek Wisata
- 8 Wisatawan di Pangandaran Positif Covid-19
- Dua Calon Pengunjung Kebun Binatang Bandung Positif Covid-19
- Polres Sukabumi Ungkap Motif Mahasiswa Lakukan Pembunuhan Berencana
- Wali Kota Depok Pantau Penduduk yang Baru Mudik dan Gelar Rapid Test Antigen
- Maling Motor di Kuningan Diarak Warga lalu Dibuang ke Saluran Irigasi
- Empat Warga Bandung Terseret Ombak ,Wisata ke Pantai Santolo
- Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
- Pemkab Pangandaran Lakukan Rapid Antigen Acak, Usai Ledakan Wisatawan di Batu Karas
- Dikepung Pasukan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak
- Indonesia Dorong OKI Lakukan 3 Langkah Kunci Selesaikan Konflik Palestina-Israel
- Rossi-Marquez Melempem, Jack Miller Juara MotoGP Prancis 2021
- Sedan Camry Seruduk Warung dan 3 Kendaraan Lain di Bekasi, Sopir Diduga Linglung
BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri

BANDUNG - Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung menargetkan minimal 70 persen peserta pelatihannya terserap oleh industri.
Ketua BBLK Bandung, Aan Subhan, mengatakan, target tersebut dinilai realistis mengingat saat ini BBPLK Bandung bersinergi dengan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FLKPI) Bandung yang baru dikukuhkan di Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).
Aan Subhan mengatakan, BBPLK memberikan pelatihan kepada ribuan masyarakat untuk disalurkan ke berbagai industri setiap tahun.
Baca Lainnya :
- Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Seluruh Indonesia0
- Update Virus Corona Hari Ini: 182.405 Orang Terinfeksi, 79.433 Pasien Sembuh0
- Tiga Pasien Corona yang Sembuh di beri Jamu dari Jokowi0
- Pandemi Virus Corona, 7 Benda di Rumah Ini Wajib Dibersihkan0
- Manfaaf Air Putih yang Jarang Diketahui Banyak Orang0
"Jadi target kami sebenarnya penempatan 70 persen dari yang sudah kami latih. Kalau itu sudah tercapai, kami berharap bisa sampai 100 persen. Saya minta kepada teman-teman di FKLPI, angka 70 persen ini bisa tembus dulu, kalau bisa lebih," ujar Aan setelah pengukuhan FKLPI, di Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).
Aan mengatakan, dengan adanya FLKPI ini nantinya dapat membuat perencanaan terkait program-program pelatihan yang sinergi dengan idustri. Jangan sampai, kata dia, peserta yang sudah mengikuti pelatihan ini nganggur.
"Industri juga membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, harapannya setelah diberikan training di kita mereka bisa digunakan untuk bekerja di industri," katanya.
Para pengurus FLKPI baru ini, kata dia, terdiri atas 30 industri seperti manufaktur, otomotif, IT, dan refrigasi yang sejalan dengan paket pelatihan di BBPLK Bandung.
"Kami berharap tahun depan akan bertambah lagi, bahkan kami memang ingin mencapai sampai 200-300 industri supaya BBPLK Bandung ini bisa bekerja sama dengan industri," ucapnya.
Kingwan, Ketua FKLPI terpilih, mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi internal bersama pengurus baru untuk membuat rencana kerja tahunan.
Terkait serapan tenaga kerja, Kingwan mengatakan, 30 industri yang ada ini FLKPI ini rata-rata sudah bekerja sama dengan BBPLKI.
Jadi, kata dia, kontribusi dari anggota bisa membantuk dalam menyerap tenaga kerja.
"Hanya saja mungkin ada beberapa kompetensi dari teman-teman BBPLKI yang belum sesuai dengan kompetensi industri. Itu menjadi PR kita bagaimana agar semuanya match, karena tidak hanya skill, attitude dan mental juga penting untuk masuk industri," ujar Kingwan.
Yosminaldi, Wakil Ketua FKLPI Pusat, menambahkan, dengan dikukuhkannya FKLPI Bandung, ia optimistis lebih proaktif dan berimisiatif dalam mempromosikan BBPLK ke industrinya masing-masing.
"Insyaallah saya yakin akan lebih baik dari sebelumnya. Mereka harus membantu mempromosikan BBPLK. Apa saja programnya, bagaimana kompetensi lulusannya. Mereka ini sudah siap pakai, karena mengikuti program kurikulum nasional dan bersertifikasi, tinggal bagaimana menyosialisasikan ke dunia industri," ujar Yosminaldi. (*)




































