- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
27 Warga Gununghalu di Bandung Barat Positif Terinfeksi COVID-19

BANDUNG BARAT - Temuan kasus positif COVID-19 terus bermunculan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan warga Desa Tamanjaya, Gununghalu dinyatakan reaktif COVID-19.
Kemunculan kasus reaktif COVID-19 itu terjadi setelah 42 warga desa tersebut menjalani swab test antigen di Puskesmas Gununghalu pada Rabu 9 Juni 2021. Hasilnya, ternyata ada 27 warga yang dinyatakan reaktif.
Baca Lainnya :
- APD di Tasikmalaya Hanya Cukup untuk Tiga Hari0
- Disdik Tunggu Kebijakan Wali Kota Bandung, Belajar di Rumah Kemungkinan Besar Diperpanjang 0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, M Jauhari membenarkan informasi tentang adanya warga satu RW di Desa Tamanjaya yang reaktif COVID-19. Swab tes antigen dilakukan karena awalnya ada 16 warga yang bergejala COVID-19.
"Awalnya ada tokoh RW 10 Desa Tamanjaya yang melaporkan sebanyak 16 warga bergejala COVID-19. Lalu warga yang kontak erat sebanyak 42 orang di swab tes antigen, hasilnya ada 27 warga reaktif," terangnya, Kamis (10/6/2021).
Atas temuan itu, kata dia, pihak Puskesmas telah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa. Kemudian guna menghindari penyebaran yang lebih banyak lagi, pihak kecamatan dan desa akhirnya melakukan isolasi wilayah di RW tersebut.
"Guna memastikan kondisinya, rencana akan dilakukan swab antigen ulang pada Rabu (16/6/2021) dengan sasaran 27 warga yang reaktif beserta kontak erat," sambungnya.
Disinggung soal dari mana warga tersebut terpapar, dirinya belum dapat memastikan. Hanya dugaan sementara, di daerah situ mulanya ada seorang warga meninggal tapi bukan karena COVID-19. Lalu ada kerabat yang melayat dari Jakarta. Namun belum bisa dipastikan apakah sumber penyebarannya dari pelayat tersebut atau bukan.
"Kalau gejala yang dialami warga yang reaktif tersebut masih kategori ringan yakni batuk dan pilek. Namun ada juga yang tidak bergejala. Jadi tidak ada seorang pun yang dirujuk," ujarnya.[]
































