- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Warga Jelambar Jakbar Merugi Rp1 Miliar, Tertipu Investasi Bodong

JAKARTA - Warga Jelambar, Jakarta Barat berinisial KR (39) mengalami kerugian akibat tertipu investasi bodong asal Belgia, Lucky Star. Kerugian yang diderita mencapai Rp1 milliar.
Dia menceritakan pada tahun 2018 diajak oleh kenalannya yang merupakan agen Lucky Star untuk investasi . Dia tergiur lantaran mendapatkan keuntungan per bulan sekitar 6 persen lalu langsung melakukan deposit sebesar Rp300 juta.
"Jadi tergiur percaya karena program yang dijanjikan itu adalah tradernya di Belgia itu yang mengelola dana kita dan dijanjikan keuntungan tetap per bulan rata-rata Rp4 juta-Rp6 juta," ujar KR usai melaporkan kasusnya ke Satreskrimsus Polres Metro Jakarta Barat, Senin (7/6/2021).
Baca Lainnya :
- Artis Bebby Fey Diperiksa Polisi Terkait Kasus Senjata Api Ilegal0
- Ratusan Penonton Shock, Presenter Jatuh dan Hembuskan Nafas Terakhir Saat Live di Televisi0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
- Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
Investasi yang diikutinya berbasis trading forex di mana korban menginvestasikan dananya kemudian dikelola dana itu oleh Lucky Star dan diperdagangkan di forex.
Keuntungan demi keuntungan mulai didapatkan. Namun, setelah berjalan beberapa bulan kecurangan mulai terlihat. Hasil profit yang diinvestasikan macet. Setelah ditanyakan, agen Lucky Star berkilah dengan berbagai alasan.
"Ada program. Dia (agen) bilang waktu itu ada program switching yang saya ngga ngerti switching itu apa. Yang pasti buat kita kan profit engga jalan," ucapnya.
Kemudian, Lucky Star menawarkan promo yang lebih bombastis lagi yakni profit per bulan 7-8 persen dan ada hadiah-hadiah lain seperti mobil mewah.
Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri membenarkan adanya laporan korban penipuan investasi ilegal. "Sekarang masih kita lidik laporannya. Mudah-mudahan terungkap pelakunya," katanya.[]
































