Wapada, 5 Hal Ini Bisa Picu Serangan Jantung

By Polkrim News 28 Sep 2020, 00:14:10 WIB Ekonomi
Wapada, 5 Hal Ini Bisa Picu Serangan Jantung

Beberapa faktor gaya hidup dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau henti jantung. Seperti halnya pola makan yang buruk dan kurang olahraga dapat merusak jantung. Tetapi, para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah kebiasaan atau sumber yang tampaknya tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan penyakit jantung.

Menjelang Hari Jantung Sedunia yang diperingati tiap tanggal 29 September, sebaiknya Anda tahu beberapa hal yang dapat merusak jantung yang tidak disadari serta langkah-langkah cerdas untuk membantu tetap sehat dan bugar. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari laman Times Now News pada Kamis, 24 September.

1. Kemacetan Lalu Lintas

Baca Lainnya :

Para peneliti telah mengaitkan kemacetan lalu lintas dengan peningkatan risiko serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan satu jam dalam kemacetan dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Tingkat kebisingan yang tinggi juga terkait dengan penyakit jantung.

Solusinya, cobalah mendengarkan musik yang menenangkan untuk menghilangkan stres jika bepergian pada jam sibuk.

2. Kerja Shift

Peneliti memperingatkan kerja shift berdampak buruk pada ritme sirkadian tubuh atau jam internal. Ini bisa membahayakan jantung. Sebuah studi dari Western University di Kanada melaporkan bahwa bekerja di malam hari atau jam kerja yang tidak teratur meningkatkan risiko serangan jantung.

Solusinya, buatlah pilihan gaya hidup yang lebih sehat seperti makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur, meskipun tidak dapat menghindari kerja shift. Pastikan Anda menemui dokter untuk pemeriksaan rutin.

3. Masalah Gigi

Penelitian menemukan bahwa orang dengan penyakit gusi memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para peneliti tidak yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi menurut mereka, bakteri dari gusi dapat berpindah ke aliran darah sehingga mengakibatkan peradangan pada pembuluh darah dan masalah jantung lain.

 

Solusinya, segera temui dokter gigi jika melihat adanya kemerahan atau nyeri pada gusi. Kunjungi dokter gigi tiap enam bulan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

4. Lemak Perut

Setiap kelebihan lemak tidak baik untuk ticker, namun jenis di sekitar bagian tengah tubuh ternyata sangat berbahaya. Lemak perut sebenarnya dapat memicu tubuh untuk membuat hormon dan bahan kimia lain yang meningkatkan tekanan darah serta berdampak negatif pada pembuluh darah dan kadar kolesterol.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal menunjukkan bahwa wanita dengan tingkat lemak perut tertinggi memiliki risiko penyakit jantung 91% lebih besar daripada mereka yang memiliki kandungan lemak perut paling rendah.

Solusinya, bicaralah dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan tentang diet serta rencana olahraga untuk tetap bugar dan sehat.

5. Tidur Kurang

Risiko mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol meningkat jika tidur kurang dari enam jam. Tidak cukup tidur juga meningkatkan kemungkinan menjadi gemuk dan terkena diabetes.

Solusinya, orang dewasa disarankan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam.

Tanggapan BI soal Heboh Uang  Rp 75 Ribu Bisa Nyanyi Lagu Indonesia Raya

JAKARTA - Media sosial (Medsos) sedang dihebohkan dengan beredarnya video uang rupiah khusus pecahan Rp75 ribu bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Adapun cara untuk menyaksikannya dengan cara melalui sebuah aplikasi bernama ivive.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan, pihaknya tak membuat konten augmented reality (AR) pada uang pecahan Rp75 ribu tersebut.

"Bank Indonesia tidak membuat konten AR di uang pecahan Rp75 ribu ataupun di uang Rupiah lainnya. AR tidak termasuk dalam ciri uang Rupiah yang diedarkan Bank Indonesia. Teknologi AR, dapat menggunakan gambar obyek apapun apakah itu gambar uang manapun, atau gambar apapun menjadi semacam coding untuk mengaktivasi video, text ataupun audio yang sudah dipasang dalam aplikasi yang dibuat pengembang," kata Onny saat dihubungi, Minggu (27/9/2020).

Dia menyatakan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut agar tak menjadi simpang siur di masyarakat. "BI akan mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan AR di uang pecahan Rp75 ribu," ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengingatkan, kepada seluruh pihak agar hati-hati dalam memperlakukan sebuah mata uang. Sebab bila disalahgunakan maka terancam tindak pidana.

"Namun kami mengingatkan masyarakat atau pengembang untuk berhati-hati dalam memperlakukan uang rupiah, karena uang rupiah dilindungi oleh Undang-Undang, masyarakat juga dilarang untuk merusak atau merendahkan sesuai pasal 25, merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara," jelasnya.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 3Kanan - Iklan 4

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama