- Kabupaten Tasikmalaya Kaji Pembangunan Geopark Di Gunung Galunggung
- Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Sukabumi Bertambah
- Kasus COVID-19 Di Kota Sukabumi Melonjak, Petugas Perketat Protokol Kesehatan
- Sri Mulyani Cairkan Anggaran Subsidi Gaji Rp 14,88 T ke Rekening Kemnaker
- Penumpang dari Pelabuhan Merak Jatuh Hanyut di Selat Sunda
- Investigasi Tim Kemanusiaan: Pendeta Yeremia Ditembak TNI
- Penyuap Nurhadi Sembunyi Pakai Mobil Nopol Pejabat Kemenpan
- Ustaz di Aceh Diserang Eks Polisi, Alami Luka di Leher-Tangan
- Polisi Datangi Deklarasi KAMI Jambi, Minta Dihentikan
- Kadiv Propam Polri Ignatius Sigit Meninggal Dunia di RSPAD
- Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri
- Polres Cianjur Tetapkan Bigboss Tersangka Paket Kurban Bodong
- Jalani Rapid Test, Pengunjung Objek Wisata Lembang Reaktif COVID-19
- Ahli Forensik Selidiki Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis
- 40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat
Wapada, 5 Hal Ini Bisa Picu Serangan Jantung

Beberapa faktor gaya hidup dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau henti jantung. Seperti halnya pola makan yang buruk dan kurang olahraga dapat merusak jantung. Tetapi, para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah kebiasaan atau sumber yang tampaknya tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan penyakit jantung.
Menjelang Hari Jantung Sedunia yang diperingati tiap tanggal 29 September, sebaiknya Anda tahu beberapa hal yang dapat merusak jantung yang tidak disadari serta langkah-langkah cerdas untuk membantu tetap sehat dan bugar. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari laman Times Now News pada Kamis, 24 September.
1. Kemacetan Lalu Lintas
Baca Lainnya :
- Pesangon PHK Bakal Diubah dalam Omnibus Law Ciptaker Demi Investor0
- Setelah Ketua DPRD Kab. Bogor Posotif Corona, 30 Wartawan Harus Jalani Isolasi Mandiri0
- DPD MAPANCAS Kab. Sukabumi, Sambangi Korban Banjir Bandang Cicurug0
- Tercatat 110 Orang Fositif Covid-19, Dan 11 Orang Dinyakan Sembuh0
- Penlok Jalan Tol Bacitap Sudah Ditetapkan, Sekda Tasik: Harga Lahan akan Adil0
Para peneliti telah mengaitkan kemacetan lalu lintas dengan peningkatan risiko serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan satu jam dalam kemacetan dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Tingkat kebisingan yang tinggi juga terkait dengan penyakit jantung.
Solusinya, cobalah mendengarkan musik yang menenangkan untuk menghilangkan stres jika bepergian pada jam sibuk.
2. Kerja Shift
Peneliti memperingatkan kerja shift berdampak buruk pada ritme sirkadian tubuh atau jam internal. Ini bisa membahayakan jantung. Sebuah studi dari Western University di Kanada melaporkan bahwa bekerja di malam hari atau jam kerja yang tidak teratur meningkatkan risiko serangan jantung.
Solusinya, buatlah pilihan gaya hidup yang lebih sehat seperti makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur, meskipun tidak dapat menghindari kerja shift. Pastikan Anda menemui dokter untuk pemeriksaan rutin.
3. Masalah Gigi
Penelitian menemukan bahwa orang dengan penyakit gusi memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para peneliti tidak yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi menurut mereka, bakteri dari gusi dapat berpindah ke aliran darah sehingga mengakibatkan peradangan pada pembuluh darah dan masalah jantung lain.
Solusinya, segera temui dokter gigi jika melihat adanya kemerahan atau nyeri pada gusi. Kunjungi dokter gigi tiap enam bulan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.
4. Lemak Perut
Setiap kelebihan lemak tidak baik untuk ticker, namun jenis di sekitar bagian tengah tubuh ternyata sangat berbahaya. Lemak perut sebenarnya dapat memicu tubuh untuk membuat hormon dan bahan kimia lain yang meningkatkan tekanan darah serta berdampak negatif pada pembuluh darah dan kadar kolesterol.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal menunjukkan bahwa wanita dengan tingkat lemak perut tertinggi memiliki risiko penyakit jantung 91% lebih besar daripada mereka yang memiliki kandungan lemak perut paling rendah.
Solusinya, bicaralah dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan tentang diet serta rencana olahraga untuk tetap bugar dan sehat.
5. Tidur Kurang
Risiko mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol meningkat jika tidur kurang dari enam jam. Tidak cukup tidur juga meningkatkan kemungkinan menjadi gemuk dan terkena diabetes.
Solusinya, orang dewasa disarankan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam.
Tanggapan BI soal Heboh Uang Rp 75 Ribu Bisa Nyanyi Lagu Indonesia Raya
JAKARTA - Media sosial (Medsos) sedang dihebohkan dengan beredarnya video uang rupiah khusus pecahan Rp75 ribu bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Adapun cara untuk menyaksikannya dengan cara melalui sebuah aplikasi bernama ivive.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan, pihaknya tak membuat konten augmented reality (AR) pada uang pecahan Rp75 ribu tersebut.
"Bank Indonesia tidak membuat konten AR di uang pecahan Rp75 ribu ataupun di uang Rupiah lainnya. AR tidak termasuk dalam ciri uang Rupiah yang diedarkan Bank Indonesia. Teknologi AR, dapat menggunakan gambar obyek apapun apakah itu gambar uang manapun, atau gambar apapun menjadi semacam coding untuk mengaktivasi video, text ataupun audio yang sudah dipasang dalam aplikasi yang dibuat pengembang," kata Onny saat dihubungi, Minggu (27/9/2020).
Dia menyatakan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut agar tak menjadi simpang siur di masyarakat. "BI akan mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan AR di uang pecahan Rp75 ribu," ujarnya.
Lebih lanjut Ia mengingatkan, kepada seluruh pihak agar hati-hati dalam memperlakukan sebuah mata uang. Sebab bila disalahgunakan maka terancam tindak pidana.
"Namun kami mengingatkan masyarakat atau pengembang untuk berhati-hati dalam memperlakukan uang rupiah, karena uang rupiah dilindungi oleh Undang-Undang, masyarakat juga dilarang untuk merusak atau merendahkan sesuai pasal 25, merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara," jelasnya.[]


































