- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Tanggapi Petisi THR, Korpri: PNS Itu Profesi yang Beruntung

JAKARTA - Setelah Mendagri Tito Karnavian dan MenpanRB Tjahjo Kumolo, kini giliran Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah yang bersuara mengenai keluhan tunjangan hari raya (THR) yang diterima PNS . Seperti diketahui, sejumlah PNS membuat petisi mengenai besaran THR yang dianggap tak sesuai janji pemerintah. Saat ini jumlah orang yang menandatangani petisi ini lebih dari 19 ribu.
Menurut Zudan, ASN merupakan salah satu profesi yang masih beruntung di masa pandemi Covid. Pasalnya, gaji ASN tidak berkurang alias utuh walaupun bekerja di rumah (WFH). Sedangkan profesi yang lain itu sangat terdampak.
"Di sektor industri manufaktur terdampak, banyak di sektor industri keuangan yang terdampak, di sektor transportasi banyak terdampak, di sektor kuliner-makanan terdampak, di sektor garmen terdampak. Banyak sekali yang terdampak,” katanya saat dihubungi, Jumat (7/5/2021).
Baca Lainnya :
- Pemprov Jabar akan Membagikan Masker Gratis0
- Zona Merah Penyebaran Corona di Jabar 0
- Istilah Asing Bertebaran saat Darurat Corona, Perlu Bahasa Lebih Mudah0
- Pasien Positif Corona Tetap Nihil 0
- Chloroquine Obat Keras Masyarakat Jangan asal Beli0
Kondisi saat ini, lanjut Zudan, seharusnya disyukuri oleh para ASN. Pasalnya selain menerima THR, para ASN tidak mengalami pemotongan gaji.
“Saya mengajak teman-teman itu menaruh rasa syukur yang sedalam-dalamnya bahwa negara masih memberikan perhatian besar kepada para ASN. Ini dalam kondisi keuangan negara yang sulit, negara masih memberikan bonus. Ini kan bonus. Tambahan di luar gaji,” ungkapnya.
Dia pun memahami jika ada sebagian ASN yang kecewa karena mungkin THR yang dibayarkan tidak full. Namun dia meminta agar para ASN juga memahami kondisi negara saat ini yang masih belum pulih.
“Ya saya bisa memahami kekecewaan itu. Yang penting paham bahwa kondisi negara itu belum pulih kembali seperti sedia kala. Harapan Bapak Presiden pada waktu itu ekonomi bisa pulih. Pandemi bisa kita selesaikan. Ternyata kan kita semua harus kompak. Masyarakat harus disiplin, PNS harus memberi contoh. Kita semualah. Ga bisa pandemi hanya dihadapi oleh pemerintah sendiri. Ga bisa. ASN harus turut serta. Masyarakat harus turut serta,” pungkasnya[]
































