- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Sinar Matahari Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah

JAKARTA - Diabetes tipe 2 menuntut seseorang untuk ekstra hati-hati dengan berbagai aspek. Salah satu aspek tersebut adalah faktor risiko kurang dikenal yang meningkatkan kadar gula darah seperti paparan matahari.
Banyak yang tidak menyadari bahwa paparan matahari sebenarnya dapat meningkatkan kadar gula darah.
Inilah sebabnya mengapa penting bagi penderita diabetes tipe 2 untuk berhati-hati saat berada di bawah sinar matahari dan menghindari terbakar sinar matahari.
Baca Lainnya :
- Warga Banjarnegara Temukan Petai Raksasa di Hutan0
- Tukang Ojek Hingga Sopir Jangan Khawatir, Cicilannya Dilonggarkan 1 Tahun0
- Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto Meninggal Dunia0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Ketua KPK Respons Kritik ICW soal Minim Prestasi0
Terbakar sinar matahari menyebabkan rasa sakit fisik dan rasa sakit membuat tubuh stres . Saat tubuh mengalami stres, kadar gula darah cenderung meningkat.
Saat berada di bawah sinar matahari, tubuh mengalami stres dan rutinitas normal seseorang kemungkinan besar akan terganggu. Memperhatikan kadar gula darah bisa menjaganya tetap terkendali.
Berada di bawah sinar matahari juga dapat meningkatkan kadar gula darah melalui dehidrasi . Ketika tubuh menjadi panas, tubuh akan berkeringat sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi juga membuat tubuh stres dan dapat menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi.
Para ilmuwan berhipotesis bahwa dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan hormon vasopresin, yang mendorong ginjal untuk menahan air dan hati untuk memproduksi gula darah. Ini berpotensi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur insulin dari waktu ke waktu.
Karenanya untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, penderita diabetes tipe 2 saat berada di bawah sinar matahari harus gunakan tabir surya, kenakan kacamata hitam berperingkat UV untuk melindungi mata.
Gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang, lindungi kepala, wajah, dan leher dengan mengenakan topi bertepi lebar, jangan bertelanjang kaki, hindari berada di bawah sinar matahari selama bagian hari yang paling panas dan tetap terhidrasi.[]
































