- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
Sempat Hidup Melarat Usai Dipecat dari Polri, Kini Sukses Jadi Pengusaha

Anggota polisi ini dipecat dari keanggotaannya sebagai anggota Polri. Usai dipecat, dia pun sempat hidup susah. Bahkan tak ada satu pun temannya sesama anggota polisi dulu yang membantu ekonominya.
Proses yang cukup panjang dirasakan oleh mantan polisi ini. Hingga akhirnya dia bisa bangkit dan kini menjadi pengusaha sukses. Lantas bagaimana kisah polisi yang dipecat dari Polri ini?
Seorang anggota polisi sempat hidup melarat usai dipecat dari Polri. Tak ada satu teman sesama polisi pun yang membantu atau menolong ekonominya. Dia juga dipandang hina seolah telah melakukan perbuatan keji.
Baca Lainnya :
- Tarif Bikin SIM Jadi Lebih Mahal 0
- Ririn Ekawati Tinggalkan Polres Jakarta Barat 0
- Catatan Positif Maung Bandung Seusai Menang di Laga Arema Vs Persib 0
- Ingin Turunkan Berat Badan? Coba Diet Tanpa Garam 0
- Uang Tunai Dikhawatirkan Jadi Media Penyebaran Virus Corona 0
"Setelah dikeluarkan dari Kepolisian, tidak ada satu pun teman yang bantu ekonomi saya .Entah kenapa saya dipandang hina seakan berbuat kejahatan. Padahal saya dikeluarkan karena tidak turun kantor selama 3 bulan lebih (Disersi). Dan saya tidak mau turun kantor karena saya merasa tidak betah," tulisnya di awal video.
Tak ingin berlarut dalam kesedihan, dia mencoba untuk lebih mendekatkan diri kepada guru serta tokoh agama. Sementara untuk memenuhi kebutuhannya, dia bekerja sebagai buruh di Pabrik Tahu.
"Untuk menghilangkan kesedihan, saya mendekat dengan para guru atau tokoh agama. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya jadi buruh pabrik tahu selama 3 bulan," ungkapnya.
"Saat itu kedua orang tua saya menjenguk saya kerja di pabrik tahu. Ibu saya menangis saat itu. Saya terlahir di keluarga berada, tapi saya malu minta-minta dengan orang tua," paparnya.
Dia kemudian bekerja di sebuah perusahaan. Hingga akhirnya mantan polisi ini direkrut oleh seorang pengusaha. Tak tanggung-tanggung, dia diberi amanah untuk memimpin perusahaannya di Kalimantan.
"Kemudian kerja di PT ASKRINDO selama 2 tahun. Kemudian saya direkrut oleh seorang pengusaha untuk memimpin perusahaannya di Kalimantan. Bersama tim, bersama mitra, berkat doa kedua orang tua dan para guru, Alhamdulillah bisa begini sampai sekarang," tutupnya.[]

































