- Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Dihentikan
- Uang Pensiun PNS Bakal Lebih Besar, Ini Bocorannya
- Pelaku Pelecehan Seksual kepada Istri Isa Bajaj Terancam 10 Tahun Penjara
- Biden Resmi Menjabat, RI Berharap Hubungan dengan AS Menguat
- Jadi Kapolri, Listyo Sigit Diyakini Langsung Bergerak Cari Kabareskrim Baru
- Rencana Listyo Sigit Hapus Tilang di Jalan Mendapat Respons Positif
- Muncikari Penjual Janda secara Online Diringkus di Banyuwangi
- Keponakan Luhut Calon Kuat Bos SWF Dana Abadi RI
- 3 Petinggi Sunda Empire Tetap Divonis 2 Tahun Penjara
- Dalami Suap Proyek di Indramayu, KPK Panggil 4 Legislator Jawa Barat
- Dugaan Korupsi di PG Djatiroto PTPN XI Jember Masuk Tahap Penyidikan
- MAKI Lacak Harun Masiku di Dua Negara, Minta KPK Terbitkan Red Notice
- BMKG Sebut Gempa Dahsyat Sulut 7,1 SR Akibat Subduksi Lempeng Filipina
- Klarifikasi Kasus Pencemaran Nama Baik, 1 Wartawan Dipanggil Ditreskrimum Polda Jabar
- 25 Tapping Box Dipasang di Rumah Makan dan Restoran, Hindari Kebocoran Pajak
Satgas: Vaksinasi Nasional Digelar dengan Bertanggung Jawab

Jakarta,--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan instruksi terbaru terkait penanganan pandemi Covid-19, ditujukan kepada jajaran kabinet hingga pemerinta daerah. Seluruh aparat pemerintahan juga diminta mensukseskan program vaksinasi Covid-19 secara nasional.
"Hal terpenting, program vaksinasi termasuk juga komunikasi publik dapat berjalan terstruktur sesuai tahapannya. Hindari membuat asumsi atau pernyataan yang bersifat kontraproduktif dengan tujuan program vaksinasi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/12).
Pada Rabu (16/12), Jokowi menyampaikan komitmen pemerintah untuk menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Semua instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah disebut perlu menindaklanjuti hal itu agar menjadi program prioritas.
Baca Lainnya :
- Judika dan Rossa Pernah Pakai Jasa WO Cianjur Penipu0
- Korupsi Dana Bantuan Keuangan, Kades di Tasik Ditahan Kejari0
- Aset Sitaan Tersangka Jiwasraya Ditaksir Capai Rp11 Triliun0
- Polisi Ringkus Artis Farhan Petterson Terkait Narkoba0
- Longsor di Bogor, Satu Keluarga Tewas Tertimpa Rumah Ambruk0
Wiku mengungkapkan, langkah tersebut merupakan wujud perlindungan pemerintah kepada warganya. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, pemberian vaksin secara gratis akan berkontribusi besar dalam menciptakan kekebalan komunitas secara global.
Namun demikian, pemerintah tidak akan terburu-buru mengadakan program vaksinasi. Wiku menegaskan, program vaksinasi akan diselenggarakan secara bertanggung jawab, dan dengan tetap mematuhi tahapan-tahapan pengembangan vaksin.
"Penting untuk diingat, jika nanti program vaksinasi akan dijalankan pada tahun 2021 pemerintah memastikan vaksin yang digunakan adalah vaksin yang terbaik bagi masyarakat Indonesia," kata Wiku.
Sebelumnya, Jokowi diketahui mengeluarkan lima instruksi demi kelancaran program vaksinasi secara nasional. Pertama, bahwa vaksin Covid-19 diberikan secara gratis, dan masyarakat tidak dikenai biaya sama sekali.
Kedua, agar seluruh jajaran kabinet, kementerian, lembaga dan pemerintah daerah memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021. Ketiga, agar Menteri Keuangan Sri Mulyani memprioritaskan serta merelokasi anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis.
"Presiden menegaskan, tidak ada alasan masyarakat tidak mendapat vaksin," kata Wiku lagi.
Kemudian keempat, bahwa Presiden Jokowi akan menjadi penerima vaksin pertama. Tujuannya, memberi kepercayaan dan keyakinan pada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan adalah aman.
Kelima, agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Protokol itu mencakup #pakaimasker, #cucitangan dengan sabun, dan #jagajarak menghindari kerumunan.[]

































