- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Satgas Bunyikan Alarm Bahaya untuk 13 Kabupaten/Kota, Kasus Covid-19 Melonjak

JAKARTA-Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kondisi daerah yang paling mengkhawatirkan jika kenaikan kasus Covid-19 nya melebihi 100% dan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) lebih dari 70%. Menurutnya keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut sudah mulai tidak terkendali.
“Apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, maka rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian,” katanya dalam konfrensi persnya, Rabu, (9/6/2021).
Dia mengatakan saat ini terdapat kabupaten/kota yang berada dalam situasi mengkhawatirkan. Dimana 9 daerah tersebut kenaikan kasus Covid-19 nya lebih dari 100% dan BOR-nya lebih dari 70%.
Baca Lainnya :
- Warga Banjarnegara Temukan Petai Raksasa di Hutan0
- Tukang Ojek Hingga Sopir Jangan Khawatir, Cicilannya Dilonggarkan 1 Tahun0
- Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto Meninggal Dunia0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Ketua KPK Respons Kritik ICW soal Minim Prestasi0
“Pertama, adalah Kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594% dan BOR nya sudah mencapai 90,2%.
Kedua adalah Jepara dengan kenaikan kasus 685% dan BOR mencapai 88,18%.
Ketiga, Demak dengan kenaikan 370% dan bor mencapai 96,3%,” ungkapnya.
Keempat, Sragen dengan kenaikan kasus 338% dan BORnya mencapai 74,84%.
Kelima, Bandung dengan kenaikan kasus 261% dan BOR mencapai 82,73%.
Keenam adalah kota Cimahi dengan kenaikan kasus 250% dan BOR mencapai 76,6%.
“Ketujuh, Pati dengan kenaikan kasus 205% dan BOR mencapai 89,57%.
Kedelapan, Kota Semarang dengan kenaikan kasus 193% dan BOR mencapai 87,95%. Kesembilan, Pasaman Barat dengan kenaikan kasus 157% dan BOR mencapai 75%,” tuturnya.
Sementara itu, 4 daerah lainnya yang kondisi BOR nya sudah di atas 70% tapi peningkatan kasusnya tidak lebih dari 100%. Menurutnya keadaan ini juga patut diwaspadai dan perlu tindak lanjut segera agar tidak semakin parah.
“Keempat kabupaten kota tersebut adalah Purwakarta dengan kenaikan kasus 78% dan BOR nya mencapai 80,69%. Kedua, Bandung Barat dengan kenaikan kasus 64% dan BOR nya mencapai 71,77%. Ketiga, Kota Bandung dengan kenaikan kasus 40% dan BOR nya mencapai 75,28%. Terakhir, Blora dengan kenaikan kasus 13% dan BOR nya mencapai 76,42%,” katanya[]
































