- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
Pengakuan Saksi Mata Peristiwa Wanita Bunuh Diri di Apartemen Ambassador

JAKARTA - Sejumlah saksi mata melihat langsung dan berada di lokasi kejadian peristiwa wanita bunuh diri dari Apartemen Mal Ambassador, Senin (22/3/2021). Pada awalnya mereka tidak menyadari jika potongan tubuh yang jatuh berceceran itu korban bunuh diri.
Diketahui di sejumlah potongan tubuh manusia bercerceran di area berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Gang Pedurenan Masjid III, RT11/RW04 Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Lokasinya tepat di bagian belakang Mal Ambassador.
Siti Fatimah (59) menyebutkan, dirinya saat itu sedang menunggu suaminya di tempat dia biasa berjualan nasi goreng dengan atap terpal dengan penyangga bambu.
Baca Lainnya :
- 1.000 Warga Mengungsi, Tembagapura Lumpuh Usai Kontak Senjata0
- Mahasiswa-Buruh Suarakan #GejayanMemanggil Tolak Omnibus Law0
- Artis Jennifer Dunn-Irwansyah Akan Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi Wawan0
- Sikap Dewasa Aremania Saat Arema FC Kalah Lawan Persib Diapresiasi0
- Tunggak Pajak Dua Tahun, Mobil dan Motor Bakal Jadi Bodong 0
"Saat sedang mainan handphone tiba-tiba ada suara keras jatuh dari bagian atas terpal hingga ambruk. Kepala saya kena bagian bambu dan benjol. Ibu gak ingat apa-apa langsung keluar dari tenda terpal yang ambruk. Nggak kepikiran itu kejatuhan apa, tapi orang di luar pada bilang itu daging," ujar Siti Fatimah kepada awak media di lokasi, Senin (22/3/2021) sore.
Dia mengaku sempat trauma dan berisitirahat sebentar di rumah setelah kejadian itu. Sementara, Rajuk (61), suami dari Siti Fatimah mengaku, saat kejadian sedang salat di Masjid Baiturrahman dekat lokasi kejadian.
"Untungnya lagi nggak masak dan kompor lagi tidak nyala. Kalau (kompor) nyala bisa bahaya istri saya karena terkena minyak panas di penggorengan," kata Rajuk.
Saksi mata lainnya, Kafi (20), pedagang kue Leker menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Dia sempat mendengar dua kali suara benturan dari arah balok apartemen.
"Awalnya mikir seperti ada suara ledakan, tapi lebih ke arah benda jatuh keras. Bunyinya dua kali, satu dari arah balkon apartemen, satu lagi saat ada benda yang menimpa terpal pedagang nasi goreng," kata Kafi.
Dia mengatakan, potongan tubuh yang jatuh berceceran sekilas daging sapi dan ada bagian tubuh yang menyangkut di kabel listrik.
"Pertama dilihat kayak daging sapi mentah, tapi kok ada jari nya, tahunya ada mayat dibuang. Ada yang misah-misah karena benturan keras. Kalau dilihat dari jenazahnya, sepertinya perempuan (setelah diperiksa kepolisian ternyata laki-laki)," tutur Kafi yang sudah berjualan di lokasi kejadian sejak pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, Jefri (32) tukang Batagor belakang Mal Ambassador, saat kejadian sedang berjualan dan menunggu pembeli. Tiba-tiba ada suara benturan keras hingga tenda tempat berjualan roboh.
"Saat kejadian saya sedang menunggu di warung saat azan Dzuhur jam 12 lewat sedikit. Tiba-tiba ada suara benturan di depan. Pas saya ke depan tenda roboh dan ada potongan daging yang merupakan jenazah manusia," kata Jefri.[]

































