- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
Pandemi Covid-19, Siswi SMK di Jaktim Terjun ke Dunia Prostitusi

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat pelajar lebih banyak bergelut dengan handphone (HP) lantaran untuk belajar online di rumah. Ironisnya, ponsel disalahgunakan untuk kegiatan negatif, salah satunya siswi SMK di Jakarta Timur ini yang nekat terjun ke dunia prostitusi .
Putri (18) kini nyambi sebagai PSK online. Remaja putri ini masih tinggal dengan orangtuanya. Putri mengaku terjun ke prostitusi online karena diajak oleh kawannya. Sejak sekolah online selama pandemi, dia memang lebih banyak mengunakan ponsel.
“Saya kenalan pakai aplikasi MiChat yang juga diberitahu oleh kawan,” ujar Putri saat ditemui di sebuah hotel di Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021).
Baca Lainnya :
- Hasil Lengkap dan Klasemen Proliga 2020 Usai Seri Bandung0
- All England 2020: Kirim 25 Atlet, Indonesia Targetkan Satu Gelar0
- Cegah Corona, Tenis ATP dan WTA Larang Atlet Lempar Kaus Bekas0
- Cinta Penelope Sah Menikah dengan Pria Turki0
- Jokowi Diminta Cabut Perda Diskriminatif Terhadap Perempuan0
Dia mengaku memasang tarif untuk sekali kencan dengan pria hidung belang sebesar Rp800 ribu dan tidak pernah mau melayani long time. “Saya kan harus pulang, jadi saya cuma mau short time aja,” ucapnya.
Setiap menjajakan diri, dia selalu bilang ke orangtuanya main ke rumah teman. Banyak tamu pria yang sudah menjadi langganannya sehingga bila butuh tubuhnya mereka akan langsung menghubunginya.
“Kalau yang sudah langganan biasanya tahu dan mereka sudah booking hotel terlebih dahulu, jadi saya tinggal datang,” kata siswi kelas 12 SMK itu.
Hasil menjual diri digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti bermain dengan teman atau gaya hidupnya.[]

































