Menurunkan Berat Badan dengan Diet Pepaya

By Polkrim News. 06 Jun 2021, 02:24:54 WIB Kesehatan
Menurunkan Berat Badan dengan Diet Pepaya

Buah pepaya adalah buah yang sangat gampang dijumpai di Indonesia. Buah yang memiliki rasa manis ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya membantu dalam meningkatkan pencernaan tetapi juga dapa membuat kulit Anda lebih bercahaya.

Vitamin yang terkandung dari buah pepaya memberikan manfaat terapeutik bagi tubuh Anda. Ini memiliki antioksidan, bersifat diuretik dan kaya serat dengan kalori minimum.

Selain itu, pepaya juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan loh yang dinamakan diet pepaya. Saat menjalani diet pepaya, seseorang harus makan pepaya selama dua hari. Ini mungkin membuat Anda diare atau sakit perut, tetapi itu normal.

Baca Lainnya :

Untuk memaksimalkan diet ini dalam masa penurunan berat badan. Maka Anda lakukan konsumsi ini dua sampai tiga hari dalam seminggu dan berlanjut selama dua-tiga bulan secara teratur. Melakukan hal itu tidak hanya menurunkan berat badan Anda, tetapi juga akan meningkatkan pencernaan dan detoksifikasi racun di tubuh Anda. Berikut ini pola dan Cara mengikuti diet pepaya:

1. Sarapan

Sebelumnya minumlah segelas susu atau oatmeal dalam porsi kecil. Lalu istirahatlah selama 30 menit dan makan salad pepaya. Ini adalah cara yang bergizi dan sehat untuk memulai hari Anda. Hal ini dapat membuatmu kenyang lalu Ikuti rutinitas sarapan ini untuk hari pertama dan kedua.

2. Makan Siang

Makanlah salad gandum utuh yang mengandung tomat, bayam, zaitun, bawang putih dengan sedikit garam dan lemon di atasnya. Anda bisa memadukannya dengan nasi. Setelah ini, minumlah segelas jus pepaya. Di hari kedua, Anda bisa menikmati sayuran terong dan bayam. Selanjutnya Minum segelas jus pepaya sehabis makan.

3. Camilan Tengah Hari

Ambil pepaya berukuran sedang dan potong menjadi dua bagian. Lalu potong 2 iris nanas dan campurkan menjadi satu dengan blender untuk dijadikan smoothies. Ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mengurangi Anda dari makan berlebihan.

4. Makan Malam

Siapkan satu mangkuk kaldu sayuran dengan jus lemon, seledri dan bawang. Nikmati dengan semangkuk pepaya, ini digunakan sebagai makanan penutup. Pada hari kedua, cemilan malam ringan dengan labu ukuran kecil dan semangkuk besar pepaya yang dipotong dadu.[]

 

 

Tips Cegah Penularan COVID-19 di Sekolah

Sekolah sebagai tempat berkumpul banyak orang sangat berpotensi menjadi titik penyebaran virus corona. Terlebih anak-anak pada umumnya belum mampu mematuhi protokol kesehatan, terutama yang berusia muda.

Karena itu, anak perlu diberi pemahaman agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menekan risiko penularan. Terdapat sejumlah cara sosialisasi protokol kesehatan bagi anak. Tentu perlakuan terhadap anak mesti dibedakan dengan orang dewasa dalam hal penegakan protokol kesehatan di sekolah.

1. Tetap di Rumah Jika Sakit

Salah satunya mengenai aturan bahwa siswa, guru, dan staf sekolah mesti tetap di rumah bila sakit. Meski gejala sakit tidak berkaitan dengan COVID-19, tinggal di rumah jauh lebih aman dibandingkan ke sekolah. Tidak hanya aman bagi diri sendiri, penghuni sekolah yang sakit dan tetap di rumah akan mengurangi risiko penularan terhadap orang lain.

2. Menjaga Jarak di Sekolah

Surat keputusan bersama empat menteri juga mengatur soal jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19 di sekolah. Untuk sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat, ada aturan jaga jarak minimal 1,5 meter dan tiap kelas berisi maksimal 18 peserta didik. Khusus bagi sekolah luar biasa dan pendidikan anak usia dini, maksimal peserta didik 5 orang per kelas.

3. Selalu Jaga Kebersihan di Lingkungan Sekolah dan Ruang Kelas

Tidak cukup dengan protokol kesehatan, penghuni sekolah mesti senantiasa menjaga kebersihan selama di sekolah. Salah satu caranya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk membantu penerapan PHBS, sekolah harus menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, serta disinfektan.

4. Memastikan Kebijakan dan Infrastruktur Mendukung Protokol Kesehatan

Pengelola sekolah harus bisa menunjukkan kesiapan sebelum mendapat izin menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kesiapan itu termasuk dalam hal penyediaan kebijakan dan infrastruktur untuk mendukung protokol Kesehatan.

Infrastruktur dalam hal ini termasuk tempat cuci tangan/hand sanitizer, thermo gun untuk mengecek suhu tubuh, ruangan dengan sirkulasi udara memadai, penanda jaga jarak di bangku dan lorong-lorong, serta ruangan isolasi bagi warga sekolah dengan gejala COVID-19.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 2

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama