- Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Dihentikan
- Uang Pensiun PNS Bakal Lebih Besar, Ini Bocorannya
- Pelaku Pelecehan Seksual kepada Istri Isa Bajaj Terancam 10 Tahun Penjara
- Biden Resmi Menjabat, RI Berharap Hubungan dengan AS Menguat
- Jadi Kapolri, Listyo Sigit Diyakini Langsung Bergerak Cari Kabareskrim Baru
- Rencana Listyo Sigit Hapus Tilang di Jalan Mendapat Respons Positif
- Muncikari Penjual Janda secara Online Diringkus di Banyuwangi
- Keponakan Luhut Calon Kuat Bos SWF Dana Abadi RI
- 3 Petinggi Sunda Empire Tetap Divonis 2 Tahun Penjara
- Dalami Suap Proyek di Indramayu, KPK Panggil 4 Legislator Jawa Barat
- Dugaan Korupsi di PG Djatiroto PTPN XI Jember Masuk Tahap Penyidikan
- MAKI Lacak Harun Masiku di Dua Negara, Minta KPK Terbitkan Red Notice
- BMKG Sebut Gempa Dahsyat Sulut 7,1 SR Akibat Subduksi Lempeng Filipina
- Klarifikasi Kasus Pencemaran Nama Baik, 1 Wartawan Dipanggil Ditreskrimum Polda Jabar
- 25 Tapping Box Dipasang di Rumah Makan dan Restoran, Hindari Kebocoran Pajak
Menkes Minta Para Ahli Pelajari Varian Baru Covid-19 dari Inggris

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sakidin meminta kepada para ahli untuk mempelajari temuan varian baru Covid-19 yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01 yang bermutasi di Inggris dan sebagian Eropa serta Australia.
“Memang kami sudah mendengar, ada berita tersebut. Yang kami lakukan adalah kami meminta para ahli di Kemenkes untuk mempelajari strain tersebut. Karena ini harus dilakukan kajian secara scientific,” jelas Budi dalam Press Conference ‘Langkah Antisipatif Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19’ secara virtual, Jumat (25/12/2020).
Namun, Budi meminta agar masyarakat tidak terburu-buru dalam menolak atau menerima kebenaran dari kabar mutasinya varian baru Covid-19 yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01 ini. “Tapi, sekali lagi saya sampaikan bahwa hal seperti ini, jangan terlalu terburu-buru kita menolak kebenaran berita ini atau kita menerima kebenaran berita ini. Karena ini adalah hal yang sangat teknis biologi kedokteran sifatnya ya,” kata Budi.
Baca Lainnya :
- Diskusi Terbatas RUU Cipta Kerja PWI Tolak Keras Pasal Pembelenggu Kebebasan Pers0
- Bupati Purwakarta Akan Beri Punishment dan Reward Kepada Pejabatnya0
- 7 Cara Alami Hilangkan Bau Ketiak 0
- Maju jadi Cawagub DKI, Ahmad Riza Patria Harus Mundur dari DPR0
- Ratusan Rumah di Cawang Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter0
Apalagi, kata Budi bahwa mutasi virus ini sifatnya biologi kedokteran yang harus dipelajari secara scientific. Sehingga, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan para ahlinya. “Kita harus konsultasikan segera para ahlinya. Dan saya sudah minta teman-teman untuk segera berkonsultasi dengan ahli mikrobiologi kedokteran untuk bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi,” tegas Budi.[]

































