- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Menaker Ida Tanggapi Viralnya Karyawan Giant yang Menangis

JAKARTA - Kabar penutupan seluruh gerai Giant akhir Juli nanti menuai simpati dari netizen. Apalagi, usai viral video yang menunjukkan karyawan Giant menangis setelah rapat penutupan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pun memberikan tanggapannya terkait nasib 3.000 karyawan gerai Giant pasca-penutupan gerai tersebut. Menurutnya, banyak memang terjadi situasi seperti yang menimpa karyawan Giant.
"Banyak kasus yang kami dengar, ada beberapa perusahaan yang memang mengalami penurunan produksi, kami juga telah mendengar terkait kasus terakhir," ujar Ida saat ditemui usai nobar Tjoet Nyak Dien di XXI Plaza Senayan Jakarta, Kamis malam (27/5/2021).
Baca Lainnya :
- Pasar Taman Bandung di Pasang 30 Tempat Cuci Tangan 0
- Polisi Pakai APD Evakuasi Penumpang Bus di Subang0
- Agar Terdakwa Tak Keburu Lepas MA Lanjut Sidang Saat Corona0
- Jubir Presiden Sebut Ada Pecundang Politik di Tengah Isu Corona0
- Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar0
Dia mengatakan, pihaknya terus bermediasi dengan pihak pekerja dan juga oleh pihak IPM Jamsos. Tujuannya agar bisa para karyawan bisa mendapatkan hak-haknya.
"Kami juga mengundang pihak manajemen perusahaan dan serikat-serikat pekerja untuk bermediasi bersama," pungkas Ida.[]
































