- Mantan Kades di KBB Diperiksa Polisi, Jual Tanah Carik Seluas 15 Ha
- Polrestabes Bandung Raih Promoter Reward, Berprestasi di Tengah Pandemi
- 1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
- Bocah 3 Tahun Digantung Ayah Kandung, Pelaku Kesal Ditinggalkan Istri
- Massa Rusak Kantor Bupati-Kantor Disnaker Keerom Dibakar, Kecewa Hasil CPNS
- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
Kunjungan ke Baduy tak Ditutup, Hasil Musyawarah Adat

LEBAK -- Isu penutupan kegiatan
wisata ke pemukiman Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten dibantah melalui
musyawarah adat masyarakat Baduy yang digelar Jumat (11/7). Hal ini dibenarkan
oleh Kepala Desa Kanekes Jaro Saija yang menyebut isu penutupan kunjungan ke
wilayahnya bukan permintaan Suku Baduy.
Saija mengatakan Suku Baduy tidak
akan menutup diri dari kunjungan orang luar seperti yang diisukan. Menurutnya,
memutus tali silaturahmi dengan menutup kegiatan kunjungan orang luar bukanlah
kebiasaan Suku Baduy.
"Kalau ditutup lebih ripuh
(repot), satu masalah ekonomi, kedua persahabatan bisa putus. Kalau Saba
(silaturahmi) ditutup berarti menutup silaturahmi, bisa pecah belah dan jadi
bumerang," jelas Saija, Sabtu (11/7).
Baca Lainnya :
- Firli Minta KPU Sanksi Kepala Daerah Pencitraan Bansos0
- Pasal-Pasal Terkait Pers Dicabut dari RUU Cipta Kerja0
- Heboh Mobil Wapres Isi Bensin di Pinggir Jalan0
- Lebih Murah dari Pertamini, 30 SPBU Mini Pertamina Kini Hadir di Jawa Barat0
- Jepang Rancang Jet Tempur Siluman Baru, Hadapi Ancaman China0
Adanya isu penutupan kunjungan ke
pemukiman Suku Baduy dikatakannya diajukan oleh orang lain di luar warga Baduy.
"Kejadiannya pihak ketiga yang mengaku dari lembaga adat bahwa akan diubah
seperti itu, tidak tahu asalnya, tidak tahu artinya kok ujug-ujug mau dirubah,"
katanya.
Bagi pihak ketiga yang mengawali
isu ini, Saija menuturkan akan memanggil pihak terkait dan meminta keterangan
dari yang bersangkutan. Menurutnya, wacana atau permintaan apa pun yang
berkaitan dengan Baduy seharusnya dikoordinasikan dahulu dengan setiap pihak.
"Harapan kita kesalahan
kemarin harus jangan terulang kembali, tolong bantu Polres, Dispar. Saya
sebagai Kades Kanekes kalau ada apa-apa harus dengan saya musyawarahnya,"
ujarnya.
Isu penutupan wisata Baduy cukup
menyita perhatian setelah ada pihak yang mengaku sebagai perwakilan ketua adat
Baduy mengirimkan surat permohonan penutupan langsung ke Presiden Jokowi.[]
LEBAK -- Isu penutupan kegiatan
wisata ke pemukiman Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten dibantah melalui
musyawarah adat masyarakat Baduy yang digelar Jumat (11/7). Hal ini dibenarkan
oleh Kepala Desa Kanekes Jaro Saija yang menyebut isu penutupan kunjungan ke
wilayahnya bukan permintaan Suku Baduy.
Saija mengatakan Suku Baduy tidak
akan menutup diri dari kunjungan orang luar seperti yang diisukan. Menurutnya,
memutus tali silaturahmi dengan menutup kegiatan kunjungan orang luar bukanlah
kebiasaan Suku Baduy.
"Kalau ditutup lebih ripuh
(repot), satu masalah ekonomi, kedua persahabatan bisa putus. Kalau Saba
(silaturahmi) ditutup berarti menutup silaturahmi, bisa pecah belah dan jadi
bumerang," jelas Saija, Sabtu (11/7).
Adanya isu penutupan kunjungan ke
pemukiman Suku Baduy dikatakannya diajukan oleh orang lain di luar warga Baduy.
"Kejadiannya pihak ketiga yang mengaku dari lembaga adat bahwa akan diubah
seperti itu, tidak tahu asalnya, tidak tahu artinya kok ujug-ujug mau dirubah,"
katanya.
Bagi pihak ketiga yang mengawali
isu ini, Saija menuturkan akan memanggil pihak terkait dan meminta keterangan
dari yang bersangkutan. Menurutnya, wacana atau permintaan apa pun yang
berkaitan dengan Baduy seharusnya dikoordinasikan dahulu dengan setiap pihak.
"Harapan kita kesalahan
kemarin harus jangan terulang kembali, tolong bantu Polres, Dispar. Saya
sebagai Kades Kanekes kalau ada apa-apa harus dengan saya musyawarahnya,"
ujarnya.
Isu penutupan wisata Baduy cukup
menyita perhatian setelah ada pihak yang mengaku sebagai perwakilan ketua adat
Baduy mengirimkan surat permohonan penutupan langsung ke Presiden Jokowi.[]
































