Kunjungan ke Baduy tak Ditutup, Hasil Musyawarah Adat

By Polkrim News 12 Jul 2020, 01:08:14 WIB Wisata
Kunjungan ke Baduy tak Ditutup, Hasil Musyawarah Adat

LEBAK -- Isu penutupan kegiatan wisata ke pemukiman Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten dibantah melalui musyawarah adat masyarakat Baduy yang digelar Jumat (11/7). Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Kanekes Jaro Saija yang menyebut isu penutupan kunjungan ke wilayahnya bukan permintaan Suku Baduy.

Saija mengatakan Suku Baduy tidak akan menutup diri dari kunjungan orang luar seperti yang diisukan. Menurutnya, memutus tali silaturahmi dengan menutup kegiatan kunjungan orang luar bukanlah kebiasaan Suku Baduy.

"Kalau ditutup lebih ripuh (repot), satu masalah ekonomi, kedua persahabatan bisa putus. Kalau Saba (silaturahmi) ditutup berarti menutup silaturahmi, bisa pecah belah dan jadi bumerang," jelas Saija, Sabtu (11/7).

Baca Lainnya :

Adanya isu penutupan kunjungan ke pemukiman Suku Baduy dikatakannya diajukan oleh orang lain di luar warga Baduy. "Kejadiannya pihak ketiga yang mengaku dari lembaga adat bahwa akan diubah seperti itu, tidak tahu asalnya, tidak tahu artinya kok ujug-ujug mau dirubah," katanya.

Bagi pihak ketiga yang mengawali isu ini, Saija menuturkan akan memanggil pihak terkait dan meminta keterangan dari yang bersangkutan. Menurutnya, wacana atau permintaan apa pun yang berkaitan dengan Baduy seharusnya dikoordinasikan dahulu dengan setiap pihak.

"Harapan kita kesalahan kemarin harus jangan terulang kembali, tolong bantu Polres, Dispar. Saya sebagai Kades Kanekes kalau ada apa-apa harus dengan saya musyawarahnya," ujarnya.

Isu penutupan wisata Baduy cukup menyita perhatian setelah ada pihak yang mengaku sebagai perwakilan ketua adat Baduy mengirimkan surat permohonan penutupan langsung ke Presiden Jokowi.[]

LEBAK -- Isu penutupan kegiatan wisata ke pemukiman Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten dibantah melalui musyawarah adat masyarakat Baduy yang digelar Jumat (11/7). Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Kanekes Jaro Saija yang menyebut isu penutupan kunjungan ke wilayahnya bukan permintaan Suku Baduy.

Saija mengatakan Suku Baduy tidak akan menutup diri dari kunjungan orang luar seperti yang diisukan. Menurutnya, memutus tali silaturahmi dengan menutup kegiatan kunjungan orang luar bukanlah kebiasaan Suku Baduy.

"Kalau ditutup lebih ripuh (repot), satu masalah ekonomi, kedua persahabatan bisa putus. Kalau Saba (silaturahmi) ditutup berarti menutup silaturahmi, bisa pecah belah dan jadi bumerang," jelas Saija, Sabtu (11/7).

Adanya isu penutupan kunjungan ke pemukiman Suku Baduy dikatakannya diajukan oleh orang lain di luar warga Baduy. "Kejadiannya pihak ketiga yang mengaku dari lembaga adat bahwa akan diubah seperti itu, tidak tahu asalnya, tidak tahu artinya kok ujug-ujug mau dirubah," katanya.

Bagi pihak ketiga yang mengawali isu ini, Saija menuturkan akan memanggil pihak terkait dan meminta keterangan dari yang bersangkutan. Menurutnya, wacana atau permintaan apa pun yang berkaitan dengan Baduy seharusnya dikoordinasikan dahulu dengan setiap pihak.

"Harapan kita kesalahan kemarin harus jangan terulang kembali, tolong bantu Polres, Dispar. Saya sebagai Kades Kanekes kalau ada apa-apa harus dengan saya musyawarahnya," ujarnya.

Isu penutupan wisata Baduy cukup menyita perhatian setelah ada pihak yang mengaku sebagai perwakilan ketua adat Baduy mengirimkan surat permohonan penutupan langsung ke Presiden Jokowi.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar1Kanan - Iklan PP

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama