- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Kongres PSSI Putuskan Tiga Hal Soal Liga 1 Musim 2021-2022

JAKARTA - Kongres Biasa PSSI yang digelar di Jakarta, Sabtu, memutuskan tiga hal soal pelaksanaan Liga 1 musim 2021-2022 yang rencananya digelar mulai Juli 2021 yaitu berlangsung 'bubble to bubble', ada total 306 laga dan ada promosi-degradasi.
"Liga 1 tetap berlangsung dengan format liga. Ada 306 pertandingan, tetapi sistemnya berbeda dengan sebelumnya yaitu 'bubble to bubble'," ujar Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianton usai kongres.
Baca Lainnya :
- Jubir Presiden Sebut Ada Pecundang Politik di Tengah Isu Corona0
- Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar0
- Agar Terhindar Penyebaran Covid-19 Anggota PWI Diminta Patuhi Protokol Kesehatan0
- Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Purwokerto0
- IDI Sebut Satu dari Enam Dokter Tewas Bukan Akibat Covid-190
Konsep 'bubble to bubble' atau gelembung ke gelembung, dijelaskan Iwan, akan membagi Liga 1 menjadi enam seri yang digelar di tiga klaster di Pulau Jawa dan, proyeksinya masih tanpa penonton.
Klaster pertama meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, lalu klaster ketiga Jawa Timur.
Nantinya, seri satu akan berlangsung di klaster pertama, seri dua di klaster kedua, seri ketiga di klaster ketiga. Lalu berlanjut ke seri keempat yang tetap di klaster ketiga, lalu seri kelima di klaster kedua dan seri keenam atau terakhir kembali lagi ke klaster pertama.
"Setelah menyelesaikan satu seri yang berlangsung sekitar 1,5 bulan, setiap tim mendapatkan libur beberapa minggu untuk berlatih dan bisa juga menghilangkan kejenuhan. Kemudian, mereka bertanding lagi di seri berikutnya," tutur Iwan.
Selama berkompetisi, dia melanjutkan, klub-klub akan tinggal di hotel yang berada di klaster pertandingan dengan biaya ditanggung PT Liga Indonesia Baru (LIB). Hal itu memudahkan PSSI dan LIB untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Iwan pun menambahkan bahwa jadwal Liga 1 2021-2022 sepertinya mundur dari rencana menjadi 10 Juli 2021.
"Namun, target selesainya tetap Maret 2022," kata Iwan.
Sementara soal promosi-degradasi, hal itu sebelumnya sudah disepakati oleh PSSI akan tetap ada di Liga 1 dan 2.
Akan tetapi, Direktur Operasiomal LIB Sudjarno menyebut bahwa belum diputuskan tentang berapa jumlah klub yang akan degradasi dari Liga 1 dan promosi dari Liga 2.
"Kalau jumlahnya belum diputuskan. Regulasinya akan dirumuskan lagi oleh PSSI," ujar Sudjarno.
Kongres PSSI putuskan tiga hal soal Liga 1 musim 2021-2022 []
































