- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
KBB Kembali Masuk Zona Merah, Ada Penambahan Dua Klaster COVID-19

BANDUNG BARAT - Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dinyatakan masuk zona merah penyebaran COVID-19 di Provinsi Jawa Barat. Ini menjadi sebuah kemunduran mengingat sebelumnya KBB berada di zona oranye setelah kasusnya berkurang.
Hal yang paling menonjol dalam dua pekan terakhir adalah kemunculan kasus positif COVID-19 di Kampung Ciburial RW 03, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang sebanyak 41 orang. Serta sembilan orang pegawai IKEA Kota Baru Parahyangan, Padalarang.
Baca Lainnya :
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
- Guru Besar UGM yang Positif Covid-19 Meninggal Dunia0
- Wakil Wali Kota Bandung Positif Covid-190
Terkait hal ini, Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengaku akan segera berkoordinasi dengan seluruh OPD untuk melakukan penanganan. Jangan sampai penambahan kasusnya terus meningkat akibat lambannya penanganan.
"Saat ini tren COVID-19 terus naik, bukan hanya di Bandung Barat saja tapi secara umum di Jawa Barat juga," ucapnya saat dihubungi wartawan, Selasa (8/6/2021).
Melonjaknya kasus COVID-19, kata Hengki, salah satunya akibat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan disiplin prokes mulai kendor. Termasuk juga mobilitas saat libur Lebaran yang cukup tinggi jadi salah satu faktor pemicu.
Dia mencontohkan, untuk kemunculan kasus COVID-19 di Desa Cibogo, Kecamatan Lembang. Salah satunya karena terpapar sehabis pulang menjenguk yang sakit dan tetap berkegiatan dengan berkerumun. Sehingga keluarga dan tetangga terdekat di RW tersebut jadi ikut terpapar.
"Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan kembali bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir. Program vaksinasi juga belum menyentuh seluruh masyarakat, sehingga penanganan ini mesti terintegrasi melibatkan seluruh stakeholder," imbuhnya.
Disinggung soal keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di KBB yang kondisinya penuh, Hengki berjanji akan segera menambah bed khususnya di setiap RSUD di bawah pengelolaan Pemda KBB.
"Kalau penuh kita tambah bed-nya, itu harus dilakukan jangan sampai pasien yang harus isolasi di rumah sakit tidak tertampung," pungkasnya.[]
































