- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Jembatan Titian Akses Jalan Desa Jurubanu Perlu Mendapat Perhatian

BARITO TIMUR (POLKRIM) - Sebagai Desa yang terletak dilingkungan perairan untuk akses jalan menuju daratan hanya dapat dijalani melalui jalan titian berlantai papan yang berukuran panjang 800 meter, Lebar 2 meter. Kini keadaan jalan titian tersebut perlu mendapat perhatian serius , seiring waktu berjalan tentunya kondisi jembatan tersebut sudah termakan usia , paku lantai nya sudah aus, sehngga menimbulkan bunyi yang keras mengelengger ketika dilewati kenderaan roda dua dan sudah sering dilakukan tambal sulam.
Kemudian posisi titian banyak yang miring dan pagarnya pun banyak yang copot , ditambah pula ukuran lebar yang sempit tak urung kalau berpapasan kenderaan roda dua sudah pernah memakan korban akibat tabrakan diatas titian tersebut. Desa Jurubanu Kecamatan Paju epat yang berpenduduk 405 jiwa itu bertopang kehidupan kesehariannya hanya mengandalkan bernelayan mencari ikan , sementara pasokan bahan sandang panganpun, harus berhari hari menunggu Kapal dagang masuk dari daerah .
Penjualan hasil tangkapan ikan pun harus menunggu kalau ada orang yang datang untuk membelinya, itupun dijual murah seadanya . Kesemuanya itu berjalan lambat dan hanya bisa didongkrak dengan akses jalan darat demi lajunya perkembangan perekono mian itu sendiri. Sangat - sangar jelas akses jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
Baca Lainnya :
- Tukang Ojek Hingga Sopir Jangan Khawatir, Cicilannya Dilonggarkan 1 Tahun0
- Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto Meninggal Dunia0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Ketua KPK Respons Kritik ICW soal Minim Prestasi0
- Liga 1 2020 Resmi Distop, Persib Dilanda Kebingungan0
Kepala desa Jurubanu Amrulah saat ditemui pihak Polkrim dikediamannya minggu , (06/06/2021) berharap kepada pemerintah Kabupaten maupun pemerin tah provinsi agar bisa membantu peningkatan Jalan titian sepanjang 800 meter itu yg menuju akses ke Kabupaten lewat darat kerena, satu - satunya jalan dan tidak ada pilihan lain untuk keluar menuju darat harus lewat jembatan titianitu , ucap kades.
Wakil Bupati Barito timur yang saat itu minggu , (06/06/2021) sedang berada di desa Jurubanu dalam acara silaturahmidengan warga kepada Polkrim mengatakan, secara pakta Wabub.Habib said Abdul Saleh mebenarkan kalau jalan titian desa Jurubanu sepanjang 800 meter yang menuju akses kejalan darat itu rusak parah. Wabub berharap ini merupakan pekerjaan rumah yang harus di mendapat resvon dari pemerintah bersama dinas terkait untuk memperhatikannya. (hj. Byti/hs) tim.
































