- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Jalani Puasa Dengan Aman Bagi Penderita Maag

Bagi penderita mag, makan tepat waktu dan teratur wajib diterapkan. Namun, di bulan puasa, kebiasaan tersebut tentu sulit dilakukan sehingga berisiko nyeri mag kambuh. Lantas, adakah tips berpuasa aman bagi penderita mag?
Sakit mag, atau disebut gastritis, adalah peradangan pada mukosa (dinding bagian dalam) lambung. Gejala sakit mag beragam, yaitu nyeri pada ulu hati atau perut bagian kiri atas, kram perut, mual, muntah, kembung, dan begah. Anda juga dapat sering buang angin, tidak nafsu makan, dada terasa terbakar, dan mulut terasa pahit.
Biasanya, penyebab sakit mag adalah kebiasaan telat makan, sehingga saat asam lambung sudah terproduksi, namun tidak ada makanan pada lambung Konsumsi makanan pedas dan asam, makan obat pereda nyeri atau kortikosteroid dalam jangka lama, stres, merokok, dan infeksi bakteri juga bisa memicu nyeri lambung.
Baca Lainnya :
- Pendatang dari delapan negara dilarang masuk0
- Jumlah Korban Meninggal Akibat Corona di Iran Mendekati 1.000 Orang0
- Waspada Corona, Mahasiswa Bidik Misi SBM ITB Dapat Kuota Internet Gratis0
- Mencegah Penyebaran Covid-19, Masjid Raya Bandung Tak Gelar Salat Jumat0
- Data Corona Terkait Indonesia, Per 17 Maret 2020 Pukul 18.00 WIB0
Karena itu, penderita mag perlu mengetahui cara yang tepat agar puasa yang dijalani tetap aman dan tidak mengganggu kondisi kesehatannya. Berikut adalah beberapa tips puasa bagi penderita mag:
1. Jangan Makan Terlalu Banyak Saat Sahur
Sahur bagi penderita gastritis adalah kewajiban. Selain untuk menyiapkan energi selama berpuasa, makan sahur juga dapat mencegah kosongnya lambung. Namun, ini bukan berarti Anda harus makan sebanyak-banyaknya saat sahur, apalagi makanan yang tinggi lemak.
Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tinggi lemak justru bikin perut kembung dan begah, bahkan diare pada sebagian orang. Hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan atau refluks.
Ada baiknya, Anda tidak langsung tidur setelah santap sahur. Hal tersebut dapat meningkatkan sekresi asam lambung, yang justru membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat dan menimbulkan rasa lapar saat bangun tidur. Lebih baik, pilih makanan yang mengandung banyak serat agar Anda tidak cepat lapar.
2. Hindari Makanan Berporsi Besar Saat Buka Puasa
Jangan langsung menyantap makanan berporsi besar saat buka puasa. Lebih baik, minum air hangat atau teh manis hangat terlebih dulu. Cara ini dapat membantu kadar gula dalam tubuh untuk segera normal.
Setelah itu, Anda dapat mulai mengonsumsi makanan pembuka seperti buah kurma atau kolak pisang secukupnya. Pastikan untuk selesai makan makanan apapun sekitar 3-4 jam sebelum tidur untuk menghindari lambung yang tidak nyaman dan gejala refluks.
3. Hindari Beberapa Jenis Makanan
Beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari karena dapat membuat mag kambuh saat puasa. Makanan yang asam seperti tomat dapat memperparah keasaman lambung.
Makanan bergas seperti kol, sawi dan brokoli juga memperparah gejala sakit mag. Makanan yang pedas, dan berlemak juga dapat menambah keluhan nyeri asam lambung.
4. Hindari Beberapa Jenis Minuman
Bukan hanya makanan, minuman juga dapat menyebabkan gejala mag. Minuman yang asam seperti jeruk dan lemon sebaiknya juga dihindari.
Minuman yang bergas seperti soda juga sebaiknya dihindari agar mencegah kambuhnya gastritis saat puasa. Minum kopi dan teh dalam jumlah berlebih sebaiknya juga dihindari karena kandungan kafein.
5. Konsumsi Makanan Jenis Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks adalah jenis makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama. Sebab, gula darah akan naik perlahan dan bertahan lebih lama. Anda pun tidak mudah merasa lapar ketika berpuasa.
6. Beri jeda waktu sebelum tidur
Penderita mag dapat mengalami kenaikan asam lambung jika setelah makan langsung tidur. Sebaiknya, badan Anda tetap berada dalam posisi tegak setelah makan.
Anda juga dapat memberi jeda waktu sekitar satu jam setelah makan untuk tidur pada malam hari. Hal ini juga termasuk mengonsumsi kudapan atau makanan camilan.
7. Hindari Merokok
Tips berpuasa aman bagi penderita mag lainnya adalah dengan menghindari rokok. Ya, mengisap tembakau berhubungan kekambuhan dengan mag dan masalah tukak lambung.
8. Konsumsi Obat Mag
Ada kalanya, sakit nyeri lambung sudah sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi lagi dengan menjaga pola makan. Untuk itu, cara mengatasi mag saat puasa adalah dengan konsumsi obat mag.
Ada beberapa pilihan obat mag, yaitu antasida yang dijual secara bebas, dan obat yang hanya dapat dibeli melalui resep dokter. Apapun obat yang Anda konsumsi, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.
9. Jangan Stres
Sering tidak disadari, stres adalah salah satu pemicu sakit mag. Ketika stres tidak diadaptasi dengan baik oleh otak, hipotalamus akan mengaktifkan sistem hormonal otak yang melibatkan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA-Axis), yang produk akhirnya adalah hormon stres (kortisol).
Hormon ini mempunyai fungsi membalikkan keadaan normal fisiologis dari tubuh. Hormon kortisol akan membuat peningkatan gula darah, peningkatan denyut jantung, menurunkan produksi antibodi, serta meningkatkan asam lemak dalam darah.
Selain itu, hormon ini juga memperlambat kerja lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. Semua hal tersebut dapat memicu munculnya sakit mag.
10. Jaga Kebersihan Lingkungan
Penyebaran bakteri H. pylori yang menyebabkan infeksi lambung memang tidak diketahui secara pasti. Namun, penyebarannya diduga kuat terjadi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Jadi, sebagai langkah pencegahan, lindungi diri dari infeksi saluran cerna yang menyebabkan mag kronis dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta hanya mengonsumsi makanan yang telah matang.[]




































