- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
Harga Cabai Rawit Setara Daging Sapi, Tembus Rp 110 Ribu/Kg

CIANJUR -Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami lonjakan harga. Bahkan saat ini harganya mencapai Rp 110 ribu per kilogram atau setara dengan harga daging sapi.
Asep Ridwan (42), padagang cabai di Pasar Induk Cianjur, menjelaskan cabai rawit mengalami kenaikan signifikan pada tiga hari lalu. Tidak tanggung, kenaikan harga sekitar Rp 40 ribu per kilogram.
"Semula harga cabai rawit Rp 70 ribu, ada kenaikan Rp 40 ribu. Jadi sekarang harganya Rp 110 ribu per kilogram," ujarnya, Sabtu (27/2/2021).
Menurutnya, kenaikan harga cabai membuat tingkat penjualan menurun. Pembeli yang biasanya membeli cabai dalam jumlah banyak pun kini membatasi pembelian hingga setengahnya.
"Yang beli masih ada, tapi dikurangi pembeliannya. Misalnya yang biasa beli setengah kilogram, paling sekarang hanya seperempat atau satu ons" tuturnya.
Ia pun mengaku mengurangi jumlah stok cabai, khawatir dagangannya tak terjual dan membusuk. " Stok paling hanya 50 kilogram dari yang biasa 1 kwintal. Sebab saat harga normal dalam satu hari saya bisa menjual 11 kilogram. Namun sekarang 6 kilo saja sudah sulit," kata Asep.
Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur Donny Tri Wibowo menjelaskan naiknya harga cabai tersebut disebabkan kurangnya pasokan dari petani. "Stok cabai langka akibat petani banyak yang gagal panen gara-gara cuaca ekstrim," kata dia.
Namun sampai saat ini dia belum bisa memastikan kapan harga cabai tersebut akan normal kembali. "Karena akibat cuaca ekstrem, jadi kita belum bisa memastikan kapan harga cabai ini akan normal kembali," ucap Tri.
Tri menjelaskan pihaknya akan terus berusaha untuk menjaga ketersediaan cabai sehingga stok cabai khususnya di Pasar Induk tidak mengalami kekosongan.[]

































