- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Facebook Blokir Iklan Aplikasi Chat Signal di Instagram

MENLO PARK - Facebook memblokir iklan yang ingin dibeli aplikasi Signal di platformnya. Iklan tersebut rupanya akan menunjukkan kepada pengguna Instagram data apa saja yang dikumpulkan dari mereka.
Dalam posting blog, Signal mengatakan perusahaan seperti Facebook mengumpulkan data pengguna untuk dijual demi kebutuhan iklan. Dan Signal ingin menunjukkan cara kerja teknologi itu.
Maka dari itu, Signal mencoba membeli iklan 'multi-variant targeted' di Instagram untuk menunjukkan bagaimana data pribadi pengguna yang dikumpulkan Facebook bisa mempengaruhi iklan yangdilihat pengguna di platform-nya.
Baca Lainnya :
- Zona Merah Penyebaran Corona di Jabar 0
- Istilah Asing Bertebaran saat Darurat Corona, Perlu Bahasa Lebih Mudah0
- Pasien Positif Corona Tetap Nihil 0
- Chloroquine Obat Keras Masyarakat Jangan asal Beli0
- Wander Luiz Cocok Berseragam Persib Bandung 0
"Menjadi transparan tentang bagaimana iklan menggunakan data orang-orang tampaknya dilarang; di dunia Facebook, satu-satunya penggunaan yang dapat diterima adalah menyembunyikan apa yang perusahaan lakukan kepada audiens Anda," tulis perusahaan itu dalam postingnya, dikutip dari Business Insider, Kamis (6/5).
Kasus penghapusan iklan di Facebook ini bukanlah yang pertama, Facebook juga pernah menghapus iklan yang kritis terhadap perusahaan sebelumnya.
Pada 2019, Senator Demokrat Elizabeth Warren, yang mencalonkan diri untuk jabatan pada saat itu, memasang iklan yang menjabarkan rencananya untuk memisahkan Facebook serta perusahaan teknologi besar lainnya.
Facebook mengatakan memblokir iklan karena mereka melanggar aturan seputar penggunaan logo perusahaan perusahaan tetapi akhirnya mengaktifkannya kembali.
Bisnis iklan Facebook memang bergantung pada pelacakan data untuk menginformasikan algoritmanya yang memutuskan iklan mana yang akan ditampilkan.
Lewat iklan, pendapatan Q1 raksasa media sosial itu menjadi USD26,17 miliar, naik 48% dari saat ini tahun lalu. Perusahaan mengaitkan kenaikan tersebut dengan kenaikan harga rata-rata per iklan serta jumlah tayangan iklan.[]
































