Dinkes DKI, Helena Lim Divaksin Duluan Bawa Surat Keterangan Kerja Apotek

By Polkrim News. 13 Feb 2021, 23:05:03 WIB Kesehatan
Dinkes DKI, Helena Lim Divaksin Duluan Bawa Surat Keterangan Kerja Apotek

JAKARTA -Viral video Helena Lim, yang dikenal sebagai 'crazy rich Jakarta Utara', menjalani vaksinasi virus Corona (COVID-19) tahap pertama di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan Helena Lim membawa surat keterangan kerja resmi sebagai karyawan apoteker pada saat divaksin.

"Kalau data, kan memang mereka datang pada saat untuk divaksin mereka membawa surat keterangan kerja yang resmi dari apoteknya. Jadi itu sudah diperlihatkan, iya (surat keterangan karyawan apotek). Pada saat dia datang dia membawa surat keterangan kerja," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes DKI Dwi Oktavia saat dihubungi, Sabtu (13/2/2021).

Dwi menuturkan karyawan apoteker masuk dalam komponen tenaga kesehatan. Terlebih, Dwi mengatakan, surat yang dibawa Helena Lim sudah ditandatangani pimpinan.

Baca Lainnya :

"Prinsipnya, pada saat orang datang dengan membawa surat keterangan kerja dan KTP yang ditandatangani pimpinan, ya itu oke, karena memang termasuk sebagai komponen tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan kan ada tenaga kesehatan, ada asisten kesehatan, dan tenaga penunjang. Nah, tenaga penunjang itu termasuk tenaga pendukung, manajemen atau administrasi di institusi fasilitas kesehatan," tuturnya.

Dwi menyampaikan, dalam petunjuk teknis (juknis) vaksinasi tenaga kesehatan atau nakes tahap pertama dijelaskan asisten tenaga kesehatan serta tenaga penunjang kesehatan masuk dalam kategori nakes. Mereka yang masuk kategori nakes, kata Dwi, menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama.

"Yang dimaksud nakes itu adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang, itu adalah komponen dari yang dimaksud tenaga kesehatan itu ada di juknis vaksinasi tahap satu," ujarnya.

"Di juknis ter-statment dengan jelas bahwa sasaran tahap satu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, dan mahasiswa kedokteran yang bekerja di faskes, gitu juknisnya," sambungnya.

Wagub DKI Jakarta dan pihak kepolisian menyelidiki kasus viralnya Helena Lim yang divaksin COVID-19. Simak halaman berikutnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta saat ini terus melakukan penyelidikan terkait viralnya Helena Lim yang divaksin COVID duluan di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan petugas puskesmas telah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP.

"Terkait kasus Helena Lim, kami sudah mengambil langkah-langkah di internal kami, sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan ke petugas puskesmas. Alhamdulillah, setelah dicek, petugas kami di puskesmas telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP yang ada," ujar Riza, Jumat (12/2).

Riza mengatakan Helena Lim tercatat sebagai karyawan apotek. Oleh karena itu, petugas puskesmas memberi vaksinasi kepada wanita yang dikenal sebagai 'crazy rich Jakarta Utara' ini.

Namun masalah kebenaran data Helena Lim sebagai karyawan apotek akan menjadi ranah kepolisian untuk mengungkapnya. Dia mengatakan karyawan apotek yang melayani pelanggan memang bisa menjadi penerima vaksinasi COVID-19.

"Terkait dimungkinkan yang bersangkutan melakukan manipulasi data, itu nanti menjadi kewenangan pihak kepolisian yang sudah melakukan pemeriksaan dan pengecekan. Nanti kita tunggu hasilnya. Jadi memang, menurut ketentuan, apotek dimungkinkan diperbolehkan mendapat vaksin sejauh yang mendapatkan adalah pegawai yang terlibat aktif terlibat memberikan pelayanan. Kalau pemilik yang tidak terlibat dalam memberikan pelayanan, seharusnya tidak masuk yang mendapatkan," sambungnya.

Polemik Helena Lim mendapatkan vaksin duluan di Puskesmas Kebon Jeruk sudah ditangani kepolisian. Helena Lim akan dimintai keterangan oleh penyelidik.

Selain Helena Lim, polisi akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Polisi akan menyelidiki apakah vaksinasi terhadap Helena Lim ini mengandung unsur pidana.

"Ya, pasti akan. Cuma waktunya disesuaikan sama kegiatannya. Ini baru kita inisiatif lidik, kan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Kamis (11/2).[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 3

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama