- Kabupaten Tasikmalaya Kaji Pembangunan Geopark Di Gunung Galunggung
- Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Sukabumi Bertambah
- Kasus COVID-19 Di Kota Sukabumi Melonjak, Petugas Perketat Protokol Kesehatan
- Sri Mulyani Cairkan Anggaran Subsidi Gaji Rp 14,88 T ke Rekening Kemnaker
- Penumpang dari Pelabuhan Merak Jatuh Hanyut di Selat Sunda
- Investigasi Tim Kemanusiaan: Pendeta Yeremia Ditembak TNI
- Penyuap Nurhadi Sembunyi Pakai Mobil Nopol Pejabat Kemenpan
- Ustaz di Aceh Diserang Eks Polisi, Alami Luka di Leher-Tangan
- Polisi Datangi Deklarasi KAMI Jambi, Minta Dihentikan
- Kadiv Propam Polri Ignatius Sigit Meninggal Dunia di RSPAD
- Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri
- Polres Cianjur Tetapkan Bigboss Tersangka Paket Kurban Bodong
- Jalani Rapid Test, Pengunjung Objek Wisata Lembang Reaktif COVID-19
- Ahli Forensik Selidiki Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis
- 40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat
Diminta Bubar, Massa di Patung Kuda Lempar Botol ke Aparat

JAKARTA,– Demo 1310 menolak Omnibus Law Cipta Kerja di sekitar Patung Kuda Selasa (13/10) pukul 15.30 WIB, mulai ricuh setelah ada permintaan membubarkan diri dari mobil komando milik Front Pembela Islam (FPI).
Mulanya, orator dari atas mobil komando meminta massa demo 1310 membubarkan diri dengan damai. Mereka hendak mengakhiri demoi dengan selawat.
Tiba-tiba, botol air mineral terlempar dari tengah massa unjuk rasa. Hal itu diikuti oleh peserta lainnya. Arah lemparannya acak.
Baca Lainnya :
- Polisi Tembak Gas Air Mata, Massa Jebol Kawat Blokade Istana 0
- Prabowo Nilai Pembahasan UU Cipta Kerja Tak ada Masalah0
- FPI Klaim Saudi Cabut Cekal Rizieq Shihab, Bisa Pulang ke RI0
- Naskah Final, DPR Serahkan UU Cipta Kerja ke Jokowi Esok0
- Warga Adat Usir Perusahaan Tambang, Demo di DPRD Maluku 0
Tak butuh lama, lautan massa berubah jadi arena pelemparan botol. Arah lemparan botol kemudian semakin terfokus ke utara di Jalan Medan Merdeka Barat dimana barikade kepolisian berada.
Beberapa pelempar botol tampak sebagai remaja usia sekolah yang mengenakan pakaian bebas.
Massa FPI berusaha berjaga agar para remaja itu tidak melempari botol yang bisa memicu kericuhan. Sejumlah laskar tampak mencegah aksi lempar-lemparan tersebut.
Selain itu, sejumlah demonstran membakar beberapa petasan asap berwarna merah muda.
Polisi yang berjaga berasal dari satuan Sabhara pun meminta massa untuk segera membubarkan diri.
"Aksinya sudah selesai, adik-adik. Silakan kembali ke rumah masing-masing," ujar polisi mengimbau peserta aksi melalui pengeras suara.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto juga berkali-kali mengeluarkan seruan agar tidak ada tindakan anarkisme. Ia pun meminta bantuan kepada Laskar FPI agar membantu menenangkan situasi.
"Tidak ada yang reaktif. Kami dari kepolisian tidak ada yang bergerak. Itu teman-teman yang di belakang jangan ada yang melempar. Teman-teman FPI tolong dibantu. Kami tidak akan bergerak. Tenang saja," ujar Heru melalui pengeras suara.
Heru menduga mereka yang melempar air mineral untuk memprovokasi agar terjadi tindakan anarkistis.
"Teman-teman kepolisian tetap tenang, ada kelompok tertentu yang memang ingin mengadu. Teman-teman FPI tolong jagain," kata dia.[]


































