- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Polisi Tembak Gas Air Mata, Massa Jebol Kawat Blokade Istana

JAKARTA,--Massa yang melakukan demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, menjebol kawat berduri yang dipasang aparat kepolisian di Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (13/10) sore.
Massa dari aksi 1310 tolak Omnibus Law itu menjebol kawat berduri sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka terus melempari aparat dengan botol minuman dan molotov. Namun, aparat tidak bergerak dari barikade yang dibuat.
"Bubar kalian, kalau enggak bubar saya tembak. Mundur semuanya," kata salah seorang aparat kepolisian dari mobil pengeras suara.
Baca Lainnya :
- Prabowo Nilai Pembahasan UU Cipta Kerja Tak ada Masalah0
- FPI Klaim Saudi Cabut Cekal Rizieq Shihab, Bisa Pulang ke RI0
- Naskah Final, DPR Serahkan UU Cipta Kerja ke Jokowi Esok0
- Warga Adat Usir Perusahaan Tambang, Demo di DPRD Maluku 0
- PTKAI Garut – Cibatu Rencanakan Beroperasi Awal 20210
Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengintruksikan pasukan Brimob Polri untuk menggantikan pasukan Sabhara. Terpantau empat mobil Brimob bersiaga.
"Untuk Brimob maju gantikan Sabhara," kata Heru lewat pengeras suara.
Massa aksi dari FPI, PA 212, dan GNPF itu terus melempar botol air mineral ke arah polisi. Selain itu, batu hingga botol beling juga dilempar ke arah barikade polisi.
Aparat lantas membalas lemparan batu hingga pecahan kaca itu dengan tembakan gas air mata beberapa kali. Asap putih gas air mata pun memenuhi kawasan Patung Kuda. Sebagian massa kocar-kacir, tetapi masih ada yang bertahan. Polisi juga masih tetap berdiri dalam barikade. Tiga mobil water cannon juga masih belum digunakan untuk memukul mundur massa.[]


































