- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Buat Bom untuk Ledakkan SPBU Jalan Raya Bogor, Saiful Basri Akuinya

JAKARTA - Seorang terduga teroris, Saiful Basri, yang diburu Densus 88 Antiteror Polri, menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu pada Kamis kemarin. Saiful Basri mengatakan bahwa dirinya membuat bom yang rencananya akan diledakkan di sebuah SPBU di Jalan Raya Bogor.
Saiful Basri awalnya memberikan pengakuan bahwa dirinya adalah anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada 1998. Dia juga hadir dalam pembuatan bom yang dilakukan oleh terduga teroris yang sebelumnya sudah ditangkap polisi, Habib Husein dan Zulaimi Agus.
"Saya atas nama Saiful Basri selaku anggota Laskar FPI tahun 1998 saya mengetahui rencana pembuatan yang dilakukan oleh Habib Husein dan Zulaimi Agus, saya mengetahui dan ikut serta dalam percobaan bahan peledak dan pembuatan sumbu yang dilakukan oleh Zulaimi Agus, Ahmad Junaidi dan Malik. Saya ikut serta acara sumpah dan ikrar kepada ulama dan tidak berkhianat kepada kelompok Habib Husein yang dilakukan di salah satu Musola di dekan UIN Tangerang Selatan," kata Saiful Basri dalam tayangan video, Jumat (16/4/2021).
Saiful Basri mengatakan dirinya juga ikut menghadiri persidangan Habib Rizieq di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Dia menghadiri persidangan sebanyak 3 kali.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi MUI Jelaskan Hukum Salat Jumat di Tengah Wabah Corona0
- Bupati Tasik Tetap Gelar Salat Jumat di Masjid0
- FK Unpad Ciptakan Aplikasi Pemeriksaan Mandiri Covid-190
- Eks Sekda Jabar Iwa Karniwa Divonis 4 Tahun Bui0
- Tempat Hiburan di Purwakarta Ditutup Paksa0
"Saya ikut dan menghadiri acara persidangan Habib Rizieq sebanyak 3 kali dengan tujuan memberikan dukungan kepada Habib Rizieq Shihab. Saya membeli dan menyiapkan bahan campuran peledak berupa arang bersama dengan Noval atas perintah Bambang," jelasnya.
Saiful Basri mengatakan peledak itu akan diledakkan di SPBU Jalan Raya Bogor. Pengeboman itu, kata Saiful Basri, digunakan sebagai tindakan teror atas ditangkapnya Habib Rizieq Shihab.
"Adapun tujuan pembuatan bahan peledak dengan sasaran pom bensin Pertamina milik China, pipa gas di Jalan Raya Bogor sebagai bentuk teror agar negara merasa rugi sebagai wujud protes ditangkapnya Habib Rizieq Shihab," jelas dia.
Selain itu, Saiful Basri melakukan survei lokasi yang akan dibom itu. Dia juga belajar ilmu kebal agar tidak terluka.
"Saya juga ikut kegiatan survei lokasi di sasaran ledakan yaitu pipa di daerah Jalan Raya Bogor bersama dengan Bambang dan Noval. Saya ikut di acara pengisian ilmu kebal di Haji Popon dengan tujuan tidak terluka pada saat mengikuti aksi demonstrasi," jelas dia.
Sebelumnya, Saiful Basri menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis kemarin.
"Benar," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono melalui pesan singkat, Kamis (15/4/2021).
Berdasarkan informasi yang diterima, Saiful Basri diamankan di Polsek Pasar Minggu. Selanjutnya, Saiful Basri diserahkan kepada Densus 88 Antiteror untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan Saiful Basri menyerahkan diri pada pukul 06.00 WIB kemarin.[]




































