- Persib Bandung Amankan Tiket Semifinal, Kalahkan Persebaya Surabaya (3-2)
- Tawuran Pelajar di Sukabumi Berujung 1 Orang Tewas, 2 Luka-Luka
- Bapak di Blitar Perkosa Anak Kandungnya, Nafsu Usai Nonton Sinden Joget
- Pemerintah Siapkan Rp41,8 T KUR bagi Alumni Kartu Prakerja
- Update Korban Banjir NTT: 174 Meninggal, 48 Hilang
- KPK Akan Lakukan Rotasi, Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti
- Dalam RKUHP Ujaran Kebencian di Medsos Dipidana 18 Bulan
- Jubir Satgas Covid-19: Nekat Mudik, Harganya Nyawa
- Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
- Polda Jabar Sebut Olah TKP Empat Tangki Tak Ganggu Operasional Kilang Balongan
- Disparbud Jabar Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
- Rumah di Wonoagung Pasca Gempa Malang Rata dengan Tanah
- Korban Gempa Bumi di Jawa Timur Terus Bertambah
- BNPB: Korban Gempa 6 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
Bandung Mulai Galakkan Pasar Tanpa Kantung Plastik, Pedagang Bakal Dapat Insentif

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mulai menggalakkan penerapan pasar tanpa kantung plastik . Langkah ini diharapkan dapat mengurangi produksi sampah plastik di Kota Bandung yang jumlahnya cukup tinggi.
Pencanangan pasar tanpa kantung plastik mulai diterapkan di Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit. Pasar ini menjadi proyek percontohan dilakukannya Peraturan Walikota (Perwal) nomor 37 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulayana menyatakan, program Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan merupakan upaya Pemkot Bandung dalam menekan produksi sampah. Program ini sekaligus menekan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh timbulan sampah plastik.
Baca Lainnya :
- 8 Jenazah Direlokasi dari Tebing yang Terkena Longsor 0
- 4.322 Ribu Botol Miras di Rumah Mewah Bandung Disita Polisi0
- KRI Soeharso Melanjutkan Angkut 68 WNI Diamond Princess0
- Kasus Narkoba Artis Vitalia Sudah Tahu Kekasihnya Pemakai0
- Terungkapnya Pembobolan Kartu Kredit Berkedok Agen Travel Diduga Melibatkan 6 Artis0
"Kita harap menjadi kebiasaan warga untuk tidak menggunakan plastik lagi. Karena jadi jauh lebih ekonomis dengan tas yang bisa dipakai berulang-ulang," ucap Yana.
Menurut dia, banyak dari bahan ramah lingkungan sebagai alternatif. Misalnya memakai totebag atau goodie bag yang bisa dipakai berulang-ulang. Seperti halnya yang dilakukan di Pasar Kosambi, menggunakan totebag.
Pemkot, kata dia, nanti akan merumuskan siapa yang akan mendapat insentif dan siapa yang dikasih disentif. "Karena untuk rangsangan ajakan ini orang juga harus dikasih insentif," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kamalia Purbani memastikan bakal terus mendampingi para pedagang untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai.
"Kita akan monitor dan didampingi. Kami kerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Kita edukasi pedagang-pedagang," jelas Kamalia.
Kamalia juga menggandeng Perumda Pasar Juara untuk bisa mendorong dengan mengeluarkan edaran di masing-masing pasar. Yakni menganjurkan pedagang agar menggunakan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
"Kerja sama dengan kepala pasar untuk mendorong agar membuat surat edaran kepada seluruh pedagang. Kita juga mendorong agar tidak lagi memakai kantong keresek sekali pakai, karena cenderung dibuang ke mana saja dan berbahaya bagi lingkungan," ungkapnya[]

































