Atur Pola Makan untuk Kontrol Kolesterol, Salah Satunya Perbanyak Sayur dan Buah

By Polkrim News. 13 Feb 2021, 22:43:11 WIB Kesehatan
Atur Pola Makan untuk Kontrol Kolesterol, Salah Satunya Perbanyak Sayur dan Buah

Kolesterol merupakan salah satu lemak yang berguna bagi tubuh. Tetapi jika kadar di tubuh tinggi, kolesterol dapat mengganggu aliran darah.

Kolesterol diperlukan bagi tubuh untuk proses metabolisme, membangun sel-sel baru, memproduksi vitamin D dan membentuk hormon. Namun tidak semua kolesterol dapat berguna.

Kolesterol tinggi dapat menjadi akar dari berbagai penyakit serius, terutama penyakit kardiovaskuler.

Baca Lainnya :

Ketika mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh terlampau tinggi, kamu perlu waspada dan segera menurunkannya. Salah satu cara alami untuk menurunkan kolesterol tinggi adalah mengubah gaya hidup serta pola makan.

Apabila kadar kolesterol berlebih, akan terjadi penumpukan lapisan lemak di sepanjang pembuluh darah, jika kondisi ini terus berlangsung, kolesterol yang terus terakumulasi akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan memperberat kinerja jantung.

Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membuat kolesterol turun lebih cepat. Apa saja? Berikut rangkumannya.

Memperbanyak konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu cara terbaik untuk mempercepat penurunan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini karena kandungan serat dalam sayur dan buah dapat membantu turunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jumlah konsumsi sayur dan buah yang disarankan untuk menurunkan kolesterol adalah sekitar 500 gram setiap harinya.

Hindari Makanan Berlemak

Makanan berlemak merupakan musuh bagi pengidap kolesterol tinggi. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi makanan berlemak, seperti goreng-gorengan. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang rendah lemak, seperti ikan, ayam, daging sapi tanpa lemak, putih telur, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Pastikan untuk tidak menggoreng makanan-makanan tersebut.

Berolahraga

Jalani aktivitas gerak tubuh dengan melakukan olahraga agar membantu menurunkan kadar kolesterol. Olahraga teratur 4-6 kali/minggu selama 30-60 menit, dan hindari gaya hidup yang tidak aktif secara fisik.

Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak kolesterol di pembuluh darah. Namun, sebelum melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kolesterol, Denny Jolanda  mengingatkan, perlu mengetahui kadar kolesterol terlebih dahulu. "Apalagi kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala yang berarti. Diperlukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," katanya.

Gejala Kolesterol dan Penanganan

Data WHO mencatat kolesterol tinggi (dislipidemia) terjadi pada 37% pria. Dan  35,9% penduduk yang berusia di atas 15 tahun dengan kadar kolesterol abnormal (>200mg/dl). Hal lain yang harus diingat, setiap tubuh manusia terdapat Aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah yang terjadi karena asupan makanan dengan kolesterol tinggi dan lemak. Dan ini akan berimbas ke berbagai jenis penyakit seperti Otak yang berakibat stroke, Mata yang berpotensi mengalami kebutaan, Ginjal akan menyebabkan gagal fungsi, serta Jantung akan berpotensi mengidap Penyakit Jantung Koroner.

Dijelaskan akan dislipidemia atau kolesterol tinggi, sebenarnya tidak memiliki gejala yang jelas, namun gejalanya dapat dilihat dari kondisi yang khas, seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.

Adapun tanda yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi, yaitu leher terasa tegang, kadang-kadang sakit kepala. Hal ini karena penumpukan plak di pembuluh darah pada area leher. Selain itu Anda mudah lelah yang terjadi sebagai dampak dari munculnya plak di pembuluh darah dan menyebabkan aliran darah berkurang ke jaringan tubuh.

Tanda lainnya adalah suka mengantuk. Ini terjadi karena kurangnya asupan aliran darah yang membawa oksigen ke otak. Nyeri pada kaki yang terjadi penumpukan plak pada pembuluh darah di kaki, sehingga menyebabkan rasa sakit atau nyeri. Ada juga nyeri dada. Ini diakibatkan karena penumpukan plak pada pembuluh di jantung. Kemudian, Xanteplasma, muncul bentolan kecil padat pada bagian lipatan tubuh seperti siku, tumit, dan lutut. Juga dapat berupa noda berwarna kuning muda diujung kelopak mata.

Metode pengobatan dapat dilakukan melalui dua hal. Selain berolahraga dan mengatur pola makan, pengelolaan dengan obat yaitu beberapa jenis obat seperti Statin, asam fibrat, asam nikotinat, Ezetimibe, asam lemak omega 3. Pilihan obat tergantung dengan kondisi/masing-masing orang berbeda.

"Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat lagi dan periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut," ujar dr Denny Jolanda Sp.PD.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 3

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama