- Kabupaten Tasikmalaya Kaji Pembangunan Geopark Di Gunung Galunggung
- Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Sukabumi Bertambah
- Kasus COVID-19 Di Kota Sukabumi Melonjak, Petugas Perketat Protokol Kesehatan
- Sri Mulyani Cairkan Anggaran Subsidi Gaji Rp 14,88 T ke Rekening Kemnaker
- Penumpang dari Pelabuhan Merak Jatuh Hanyut di Selat Sunda
- Investigasi Tim Kemanusiaan: Pendeta Yeremia Ditembak TNI
- Penyuap Nurhadi Sembunyi Pakai Mobil Nopol Pejabat Kemenpan
- Ustaz di Aceh Diserang Eks Polisi, Alami Luka di Leher-Tangan
- Polisi Datangi Deklarasi KAMI Jambi, Minta Dihentikan
- Kadiv Propam Polri Ignatius Sigit Meninggal Dunia di RSPAD
- Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri
- Polres Cianjur Tetapkan Bigboss Tersangka Paket Kurban Bodong
- Jalani Rapid Test, Pengunjung Objek Wisata Lembang Reaktif COVID-19
- Ahli Forensik Selidiki Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis
- 40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat
Wagub DKI: 50% Bukan Warga Jakarta, 1.192 Pendemo Ditahan

JAKARTA - Sebanyak 1.192 orang yang terlibat dalam masa aksi unjuk rasapada Kamis 8 Oktober 2020 ditahan di Mapolda Metro Jaya. 50 persen dari ribuan pendemo itu mahasiswa dan pelajar yang bukan warga Jakarta.
"50 persen dari 1.192 itu bukan warga Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria(Ariza) setelah menjenguk pendemo yang diamankan polisi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Ariza menjelaskan, sebagian besar pengunjuk rasa yang ditangkap polisi ini masih berusia dibawah 19 tahun. Dia memastikan mereka ini adalah pelajar SMA. Bukan mahasiswa apalagi buruh.
Baca Lainnya :
- Polisi Amankan 429 Orang Selama 3 Hari Demo Anarkistis Tolak UU Cipta Kerja di Bandung0
- Kasus Narkotika Putra Wakil Wali Kota Tangerang Siap Disidangkan0
- Anggota TGPF Tertembak di Papua Dosen UGM Bambang Purwoko0
- Ridwan Kamil Tunggu Respons Jokowi soal Perppu Omnibus Law0
- 25 Pegawai Pemkab Bekasi Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka0
Politisi Partai Gerindra itu berharap agar kedepan para pelajar ini tidak perlu ikut-ikutan turun ke jalan apalagi sampai melakukan pengrusakan atau terlibat kerusuhan. Ketimbang ikut-ikutan demo, pelajar diminta untuk menyelesaikan tugas mereka sebagai pelajar.
"Lebih dari 60 persen ternyata usianya di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar. Bukan mahasiswa atau buruh. Kami minta adik-adik yang saya cintai, tidak usah ikut-ikut. Kalau tidak mengetahui harus hati-hati. Nanti berbahaya, kalau di jalan nanti ada kerusuhan, ada keramaian, tawuran, perkelahian, nanti kena batu, dan sebagainya," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, aksi unjuk rasa Kamis kemarin berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum menjadi sasaran aksi unjuk rasa dan Pemprov DKI Jakarta mencatat sedikitnya mengalami kerugian sebesar Rp65 miliar.[]


































