- Kabupaten Tasikmalaya Kaji Pembangunan Geopark Di Gunung Galunggung
- Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Sukabumi Bertambah
- Kasus COVID-19 Di Kota Sukabumi Melonjak, Petugas Perketat Protokol Kesehatan
- Sri Mulyani Cairkan Anggaran Subsidi Gaji Rp 14,88 T ke Rekening Kemnaker
- Penumpang dari Pelabuhan Merak Jatuh Hanyut di Selat Sunda
- Investigasi Tim Kemanusiaan: Pendeta Yeremia Ditembak TNI
- Penyuap Nurhadi Sembunyi Pakai Mobil Nopol Pejabat Kemenpan
- Ustaz di Aceh Diserang Eks Polisi, Alami Luka di Leher-Tangan
- Polisi Datangi Deklarasi KAMI Jambi, Minta Dihentikan
- Kadiv Propam Polri Ignatius Sigit Meninggal Dunia di RSPAD
- Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri
- Polres Cianjur Tetapkan Bigboss Tersangka Paket Kurban Bodong
- Jalani Rapid Test, Pengunjung Objek Wisata Lembang Reaktif COVID-19
- Ahli Forensik Selidiki Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis
- 40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat
SBY: Ungkap Siapa yang Dimaksud, Atas Tuduhan Tunggangi Aksi Tolak UU Ciptaker

JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak pemerintah mengungkap aktor yang mendalangi aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berakhir rusuh pada Kamis (8/10/2020).
Karena selama ini, tuduhan tersebut tertuju kepada dirinya. SBY ssangat yakin, bahwa aktor yang dimaksud sejumlah menteri Jokowi maupun Badan Intelijen Negara (BIN) bukanlah dirinya.
Hal ini disampaikan SBY dalam acara ngobrol santai yang direkam Minggu, 11 Oktober kemarin dan diunggah pada akun Youtube pribadinya pada malam ini, Senin, 12 Oktober.
Baca Lainnya :
- Bandung Raya Bebas Zona Merah, Kang Emil: Penanganan COVID-19 Membaik0
- 4 Makanan Ini Bisa Rusak Sperma Pria0
- Kembali Masuk Zona Merah, 951 Warga Karawang Terpapar COVID-190
- Baznas Kabupaten Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung0
- Kapolres Tapsel Pimpin Apel Konsolidasi Pengamanan Penolakan UU Cipta Kerja di Paluta0
"Saya kok enggak yakin ya kalau Pak Airlangga, Pak Luhut atau BIN yang dimaksud itu saya. Hubungan saya dengan Pak Airlangga selama ini baik, dengan Pak Luhut juga baik, dengan BIN juga enggak masalah. Saya enggak yakin kalau BIN menganggap saya sebagai musuh negara, saya kira enggak," kata SBY menjawab pertanyaan dari audiens terkait tudingan sejumlah menteri Jokowi.
Presiden RI ke-6 ini menyarankan, agar baiknya hal itu ditanyakan langsung kepada menteri terkait yang melontarkan pernyataan itu. Mereka pasti tahu siapa aktor yang mendalangi aksi penolakan UU Ciptaker kemarin.
"Nah, kalau ditanyakan begitu ya paling baik tanyakan pada beliau-beliau itu, siapa yang dimaksud, aktor yang menunggangi, menggerakkan atau menunggangi itu," usul mantan Menko Polhukam itu.
Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini, kalau tidak ada kejelasan dari pemerintah, itu menjadi tidak baik karena rakyat akan saling curiga dan pemberitaannya pun akan meluas.
Jadi, akan lebih bagus kalau pemerintah mengungkap aktor yang menggerakkan, menunggangi dan membiayai aksi kemarin yang oleh negara dianggap kejahatan dan melanggar hukum.
"Hukum harus ditegakkan. Harus disebutkan, kalau tidak nanti negaranya melakukan hoaks, tidak bagus, karena kita harus percaya pada pemerintah, kita harus hold trust, kepercayaan kepada pemerintah kita menjalankan tugas-tugasnya," desaknya.
SBY menambahkan, kalau nanti negara dianggap main tuduh, efeknya tidak bagus. Jadi, soal siapa aktor aksi kemarin itu yang paling bisa menjawab dan mengklarifikasi adalah menteri-menteri dan pejabatpemerintahan Jokowi yang melontarkan pernyataan itu.
"Saya yakin, beliau kalau ditanya oleh pers oleh rakyat mesti mau menjelaskan itu, itulah etika yang harus dimiliki siapapun yang mengemban amanah memimpin negeri ini," tegasnya.[]


































