- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Maruf Amin Dukung Honorer K2 jadi PNS

JAKARTA– Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Lukman Said, menyampaikan kabar gembira untuk honorer K2 yang dia dapat dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.
Lukman mengaku sudah bertemu dengan Kiai Ma’ruf beberapa waktu lalu. Saat itu, dia juga menyampaikan permasalahan perihal honorer K2.
Menurut Lukman, Kiai Ma’ruf mendukung honorer K2 untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Baca Lainnya :
- Kuliah Daring, Aptisi Minta Pemerintah Gratiskan Biaya Internet0
- Work From Home [WFH], Ini Solusinya Dengan Aplikasi ZOOM Meeting0
- Data Terbaru Corona 19 Maret: 308 Positif, 15 Sembuh, 25 Meninggal0
- Desa Netampin Siap Berkompetisi di Lomba Desa Tingkat Kabupaten0
- Jawa Barat Pasien Positif Corona Melonjak0
Dia menjelaskan, Kiai Ma’ruf menilai para honorer K2 sudah bekerja selama belasan hingga puluhan tahun.
Selain itu, para honorer K2 tersebut juga tetap bekerja dengan maksimal meskipun penghasilan yang diterima setiap bulan tergolong sangat kecil.
“Alhamdulillah Pak Wapres sangat merespons,” kata Lukman Kamis (19/3).
Dia menambahkan, Kiai Ma’ruf berjanji menyampaikan permasalahan mengenai honorer K2 kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dalam pertemuan itu, sambung Lukman, Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa jumlah honorer K2 yang tersisa harus diverifikasi.
Verifikasi itu tidak hanya bagi yang lulus CPNS, tetapi juga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Beliau juga menyatakan bahwa honorer yang sudah lama bekerja harus dicarikan jalan agar menjadi PNS,” ujar Lukman. []






















