Jaksa Minta Hakim Rampas Mobil BMW Pinangki untuk Negara

By Polkrim News. 12 Jan 2021, 06:26:25 WIB Hukum
Jaksa Minta Hakim Rampas Mobil BMW Pinangki untuk Negara

JAKARTA,--Jaksa Penuntut Umum meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat meminta agar mobil BMW X5 warna biru milik terdakwa kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk kepentingan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, dirampas untuk negara.

Jaksa menilai mobil tersebut dibeli dari hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pinangki. Demikian disampaikan Jaksa dalam surat tuntutan yang telah dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (11/1).

"Satu unit mobil BMW X5 warna biru tua bernomor F 214 milik Pinangki Sirna Malasari, beserta kunci berlambang BMW, berupa STNK untuk kendaraan BMW X5 milik Pinangki Sirna Malasari dirampas untuk negara," kata jaksa Yanuar Utomo, Senin (11/1).

Baca Lainnya :

Selain itu, Jaksa menuntut majelis hakim untuk memutuskan agar telepon seluler dan laptop Pinangki juga dirampas untuk negara.

"Paspor perjalanan Malaysia dirampas negara, satu unit handphone Redmi, satu unit Macbook beserta charger dirampas negara," ujar Jaksa.

Jaksa pun membantah argumen Pinangki perihal asal-usul uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti menyewa apartemen dan membeli sejumlah barang mewah, berasal dari simpanan harta almarhum suaminya yang pertama, Djoko Budiharjo.

Jaksa yakin Pinangki menerima US$500 ribu dari Djoko Tjandra dan membelanjakan sebagian uang tersebut untuk kebutuhan hidupnya.

Selain mobil BMW X5, Pinangki disebut menggunakan uang untuk menyewa Apartemen Trump International Rp72 juta; pembayaran dokter home care atas nama dr. Olivia sebesar Rp176.880.000; hingga pembayaran sewa apartemen The Pakubuwono Signature periode Februari 2020-Februari 2021 sebesar US$68.900.

Pinangki dituntut dengan pidana 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Jaksa menilai Pinangki terbukti menurut hukum telah menerima suap, melakukan pencucian uang, dan pemufakatan jahat terkait terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pidana penjara empat tahun penjara dikurangi masa tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp500 juta subsidair 6 bulan," kata Jaksa Yanuar Utomo.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 3

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama