- 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat, Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak
- Jabar Hapus Denda dan Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
- Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
- Anggota Ormas Bentrok 2 Orang Ditusuk, Darah Tertumpah di Jalanan
- Rumah Makan Kari Am di Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi Ludes Terbakar
- KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat
- Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro, BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis
- Maki Desak Dipindah ke Lapas Wanita, Pinangki Masih Ditahan di Kejagung
- Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan
- Mances Pelaku Permerkosa Gadis 15 Tahun Ditangkap Polisi Setelah Satu Tahun Kabur
- Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
- Dirut dan Komut PT ASA Ditetapkan sebagai Tersangka,Timbun Obat Covid-19
- Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Akhirnya Diterima di Gelombang II Tahun 2022
- Diduga Selingkuhan Suaminya, Wanita di Makassar Tikam Mahasiswi
- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
3 Makanan yang mengandung Vitamin D, Tak Hanya dari Sinar Matahari

VITAMIN D menjadi populer saat Pandemi Covid-19 ini, lantaran dipercaya bisa meningkatkan imunitas. Peran vitamin D dalam mencegah infeksi ini pun menjadi alasan banyak orang mulai mengonsumsi atau bahkan berjemur sinar matahari.
Ahli hematologi, onkologi, dan ahli gizi Yale Medicine, Barry Boyd mengatakan, vitamin D memiliki keunggulan memperkuat otot, melawan peradangan, mencegah diabetes. Selain itu, vitamin D sangat baik untuk melawan infeksi virus seperti influenza dan coronavirus.
Baca Lainnya :
- Jabar Posisi Kedua Setelah DKI Jakarta Kasus Corona0
- APD di Tasikmalaya Hanya Cukup untuk Tiga Hari0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Ratusan Penonton Shock, Presenter Jatuh dan Hembuskan Nafas Terakhir Saat Live di Televisi0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
Merujuk dari BMJ 2017 yang membandingkan suplemen vitamin D dengan plasebo, menemukan bahwa vitamin D dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut, dengan pemberian suplemen vitamin D harian atau mingguan, terutama pada individu yang kekurangan vitamin D.
Vitamin D
Nah, vitamin D ini bisa didapatkan dari beberapa sumber. Mulai dari sinar matahari pagi, suplemen, dan makanan-makanan yang mengandung vitamin D. Apa saja? Simak daftarnya seperti dirangkum dari Healthline.
Ikan salmon
Makanan tinggi vitamin D di urutan pertama adalah ikan salmon. Salmon adalah ikan berlemak yang populer dan sumber vitamin D yang bagus.
Menurut Database Komposisi Makanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu porsi atau 100 gram salmon Atlantik yang dibudidayakan, mengandung 526 IU vitamin D, atau 66 persen dari kebutuhan harian. Rata-rata, salmon juga mengandung 988 IU vitamin D per porsi atau 100 gram, yang berarti 124 persen dari kebutuhan harian.
Ikan sarden
Selanjutnya ada ikan sarden atau herring. Memiliki harga yang lebih terjangkau dari salmon, ikan sarden merupakan salah satu sumber vitamin D terbaik. Bayangkan saja, ikan herring Atlantik segar menyediakan 216 IU per porsi atau 100 gram, yang merupakan 27 persen dari kebutuhan harian.
Jenis ikan berlemak lainnya juga merupakan sumber vitamin D yang baik. Seperti ikan halibut dan mackerel yang masing-masing menyediakan 384 IU dan 360 IU per setengah fillet.
Kuning telur
Terakhir adalah kuning telur. Ini bisa menjadi opsi bagi Anda yang vegetarian maupun bagi Anda yang tidak bisa mengonsumsi makanan laut. Satu kuning telur, mengandung 37 IU vitamin D, atau 5 persen dari kebutuhan harian. Namun, kadar vitamin D dalam kuning telur tergantung pada paparan sinar matahari dan kandungan vitamin D pada pakan ayam.
Telur dari ayam yang diberi pakan yang diperkaya vitamin D mungkin memiliki hingga 6.000 IU vitamin D per kuning telur. Ini merupakan 7 kali lipat kebutuhan harian.[]

































