- Pemobil Terjebak di Hutan Tasikmalaya 10 Jam, Ikuti Google Maps
- 7 Kecamatan di Bandung Barat Rawan Longsor dan Banjir Bandang
- 4 Rumah Rusak dan 18 Warga Kuningan Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah
- Tambah 13 Pasien, Kasus COVID-19 di Cirebon Jadi 869 Orang
- Korban Banjir Cianjur Gunakan Air Selokan untuk Mencuci dan Masak
- Diterjang Angin Kencang, Masjid di Jampangkulon Sukabumi Roboh
- Viral Video Anggota Polisi Joget Dangdut di Polsek Gondang Tulungagung
- Langgar Protokol COVID-19, Lomba Burung Berkicau Tanpa Izin di Cirebon Dibubarkan Kapolsek Beber
- Dipakai Warga Sipil Beli Makan, Mobil Pelat TNI Diamankan
- Presiden Jokowi Mengaku Belum Puas Kinerja Menteri Di Tengah Pandemi Corona
- Minta Jokowi Copot Terawan, Ribuan Orang Tandatangani Petisi
- Pengurus Besar IDI Ungkap 130 Dokter Wafat Akibat Corona, Jatim Terbanyak
- Polisi Turun Tangan Gegara Nakes Corona Surabaya Dilumuri Tinja
- Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI Pro Pemerintah di Semarang
- FPI-PA 212 Kritik Jokowi Lagi, dari Vaksin Hingga RUU HIP
Waspada, Kasus Corona Klaster Keluarga di Bandung Meningkat

BANDUNG -Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung waspadai kemunculan kluster keluarga yang terpapar COVID-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung temukan banyak kasus positif yang berasal dari klaster keluarga.
"Dinas Kesehatan sudah mendeteksi ada 299 orang dari 109 kepala keluarga yang dites dikonfirmasi positif COVID-19 atau sekitar 25,9 persen," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial usai rapat terbatas (Ratas) bersama Forkompimda Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Kamis (24/9/2020).
Oded menyebut, pengawasan dan pengendalian oleh kewilayahan akan diperketat, tidak hanya pengawasan di ruang-ruang publik.
Baca Lainnya :
- Pemkot Bandung: Buka Tutup Jalan Masih Dilaksanakan0
- Kasus Wanita Tewas Digorok di Sumut Terungkap, Pelaku Suami Siri Korban0
- Mapolsek Elelim Papua Diserang Warga, Kasat Intel Terluka0
- Terdakwa Jiwasraya Joko Hartono Dituntut Penjara Seumur Hidup0
- Jaksa Agung Akui Pernah Bertemu Andi Irfan Jaya di Masa Lalu0
Kasus klaster keluarga ditemukan dari hasil trasing dan swab test massal yang sudah dilakukan.
"Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus mengandalkan pengetesan masif untuk memetakan sebaran pandemi COVID-19. Saat ini, kita sudah melakukan 43.019 rapid test (1,73% dari jumlah penduuduk) dan 26.839 (1,08% dari jumlah penduduk). Jumlah ini sudah melebihi standar dari WHO," ungkap Oded.
Sementara itu, Kadinkes Kota Bandung Rita Verita mengatakan, klaster keluarga ditemukan dari hasil test massal.
"Istilahnya klaster keluarga, sample dari umum dari hasil pelacakan, 26.839 itu adalah orang dan spesimen juga, kebetulan yang ini tidak ada yang double," ujar Rita.
Rita menjelaskan, trasing dilakukan kepada keluarga, teman atau kerabatnya. Selain itu, pelacakan juga dilakukan, sudah pergi kemana dan datang dari mana yang bersangkutan.
"Memang kami lihat kegiatan, misalnya kontak erat di keluarga, nah berapa orang, kita lakukan pelacakan, lalu kegiatan kemana saja, kita tetap lacak. Satu orang bisa sampai ke 50 (orang) bisa (pelacakan). Kalau di kota Bandung, misalnya istri anak tiga, teman kantor, bisa sampai 20-30 orang," jelasnya.
Sementara itu, agar tidak kembali muncul klaster keluarga, Rita berujar yang rumahnya memungkinkan bisa melakukan isolasi mandiri maka akan Isolasi mandiri di rumah, kalau tidak memungkinkan maka akan dilakukan isolasi di rumah isolasi yang berada di RSKIA Kota Bandung.
"Untuk isolasi mandiri kami lihat sikon rumah, kalau rumah layak dilakukan isolasi boleh dengan ketat, tapi kalau tidak layak kami tawarkan di rumah isolasi," pungkasnya.[]
































