- Ops Yustisi , Polsek Cisaat Bersama Tim Gabungan Jaring Puluhan Pelanggar Prokes
- Beras Bansos Bercampur Plastik Kembali Ditemukan di Purwakarta
- Polisi Pakai Heli untuk Bubarkan Massa Terancam Sanksi Berat
- Warga Korsel Tewas, Diduga Bunuh Diri di Apartemen Jakse
- Tiga Desa di Kuningan Alami Kekurangan Air Bersih
- Dua Hotel Disiapkan untuk Ruang Isolasi di Tasikmalaya
- Pemkab Cirebon Tiadakan Kegiatan Muludan
- Uu Minta Pimpinan Pesantren Terbuka Soal Kasus Covid-19
- Angka Kematian Covid-19 Tasikmalaya Tertinggi di Jabar
- 150 Ribu Pelaku UMKM di Bandung Dapat BLT
- KPK Catat 64 Persen Koruptor adalah Alumni Perguruan Tinggi
- PMII akan Gugat Gatot Nurmantyo
- Kebakaran Kejagung, Dua Staf Ahli Diperiksa
- 1,7 Juta Keluarga di Jabar Dapat Bantuan Beras Kemensos
- 34.959 Guru Honorer Segera Diangkat PPPK
Mapolsek Elelim Papua Diserang Warga, Kasat Intel Terluka

YALIMO, --Mapolsek Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, diserang sejumlah warga setempat lantaran disebut polisi terhasut informasi bohong (hoaks) yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu pada Kamis (24/9) siang.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menerangkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIT itu bermula saat sejumlah personel Polres Yalimo melakukan operasi penertiban minuman keras.
Saat operasi berlangsung, petugas membawa salah seorang penjual miras ke kantor polisi. Namun, saat proses penegakan hukum itu dilakukan terjadi provokasi dari warga.
Baca Lainnya :
- Terdakwa Jiwasraya Joko Hartono Dituntut Penjara Seumur Hidup0
- Jaksa Agung Akui Pernah Bertemu Andi Irfan Jaya di Masa Lalu0
- Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ingin Dirikan Kantor Hukum0
- Kasus Positif dan Kematian Naik, 11 Hari PSBB Jilid II DKI0
- 19 Mahasiswa Ditangkap, Aksi Hari Tani di Solo Dibubarkan0
"Setelah pelaku dan barang bukti dibawa, ada yang teriak bahwa (polisi) melindungi penjual miras, dengan spontan warga melempar (batu)," kata Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).
Akibatnya, kata Kamal, Kasat Intel Polres Yalimo Ipda Samuel Yunus terkena lemparan batu dan terluka. Samuel pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Jayapura untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.
Kamal menerangkan luka yang dialami Samuel cukup serius. Namun, ia tak merinci lebih lanjut luka-luka yang diderita Kasat Intel Polres Yalimo tersebut.
Selain personel yang terluka, Kamal menyebut Mapolsek Elelim juga mengalami kerusakan. Sejumlah kaca jendela pecah terkena lemparan batu.
Ia memastikan pihaknya sedang menyelidiki provokator serta sejumlah warga yang melakukan penyerangan. Menurutnya, kondisi di sekitar lokasi kejadian sudah kondusif dan warga sudah membubarkan diri.
"Saya berharap masyarakat jangan mudah terpancing. Kalau ada isu seperti itu, datang baik-baik dan tanyakan. Banyak hoaks, apalagi Yalimo jelang Pilkada jadi rentan terhadap berita hoaks," pungkas Kamal.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengakui adanya insiden penyerangan Mapolsek Elelim dan Kasat Intel Polres Yalimo Ipda Samuel Yunus.
Dari laporan yang diterima, insiden berawal saat anggota mengamankan minuman keras yang didapat dan dibawa ke Polsek Elelim. Tak berapa lama kemudian beredar isu anggota mengamankan dan melindungi minuman keras hasil sitaan tersebut dan menyerang polsek.
Selain menyerang dan merusak polsek, sekelompok warga juga menyerang Kasat Intel Ipda Yunus hingga terluka dan dievakuasi ke Jayapura.
Menurut Paulus, korban yang mengalami luka-luka di bagian muka dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIT ke Jayapura dan saat ini sudah ditangani tim dokter di RS Bhayangkara.
Sementara, Kapolres Yalimo AKBP Rahmad secara terpisah mengaku, Ipda Yunus diserang saat berjalan kaki mengecek insiden penyerangan Mapolsek Elelim.
Namun, saat ini situasi sudah kondusif dan pihaknya sudah bertemu tokoh masyarakat agar membantu meyakinkan warga kasus miras akan diproses.
Polisi Jual Miras-Sabu
Informasi terkait insiden itu juga disampaikan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom. Namun, ia menyebut penyerangan itu terjadi lantaran pihak kepolisian kedapatan diduga menjual minuman beralkohol dan sabu.
Sebby mengklaim warga yang mengetahui ulah tersebut langsung dibawa aparat kepolisian ke Polsek Elelim. Menurut klaimnya, polisi bungkam dan tidak menjelaskan lebih lanjut terkait penangkapan tersebut.
"Polisi mengeluarkan tembakan peringatan ke arah masyarakat dengan tujuan tidak melanjutkan pembahasan atau pengecekan kejadian itu," ujar Sebby dalam keterangannya, Kamis (24/9).
Menurut Sebby, tindakan polisi menyulut masyarakat sekitar hingga akhirnya mengeroyok salah seorang anggota Polisi. Sebby menyebut bahwa polisi itu dikeroyok hingga tewas.
"Masyarakat mengeroyok salah satu polisi dan Intel sampai tidak bernyawa," kata Sebby.[]
































