- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Polisi Buru Penyebar Ajakan Demo Tolak PPKM Level 4 di Jakarta

JAKARTA - Polda Metro Jaya tengah memburu pelaku penyebar serta mengajak masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi menentang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jakarta. Seruan demo itu tersebar di media sosial (medsos)
"Nanti kita cari (penyebar informasi)," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).
Yusri menduga, informasi hingga seruan untuk menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan PPKM level 4 yang beredar di medsos adalah hoaks atau kabar bohong. Sebab, kata Yusri, hingga saat ini belum ada laporan terkait aksi demonstrasi menolak kebijakan PPKM level 4 di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Baca Lainnya :
- Banjir Bandang Terjang Warga Gununghalu KBB0
- Debt Collector Sadis Rampas Motor dan Bunuh Siswi SMK Mayatnya Dibuang Ke Sungai0
- Jokowi Pecat Evi Novida dari KPU secara Tidak Terhormat0
- Bakal Ada 1 Juta Warga Miskin Baru di Jabar, Efek Corona0
- Restoran di Kabupaten Sukabumi Terendam Banjir0
"Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali. Jadi banyak berikan hoaks yang beredar tapi kami tetap antisipasi. Pengamanan penyekatan masih berjalan pengamanan di titik-titik yang dianggap ini sudah kita siapkan," beber Yusri.
Yusri berharap, tidak ada aksi demonstrasi yang mengumpulkan massa pada hari ini. Sebab, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta masih tinggi. Ia pun akan membubarkan secara humanis jika masih ada yang bandel ingin melaksanakan demo pada hari ini.
"Kalau tetap ada yang bandel juga, nanti kita persuasif humanis, kita sampaikan kembali hindari kerumunan, sudah, kasihan masyarakat Jakarta mengharapkan cepat selesai pandemi, Covid jangan menambah lagi," katanya.
Yusri mengatakan, ojek online yang namanya dicatut dalam rencana aksi tersebut telah mengklarifikasi bahwa tidak ikut demo menolak kebijakan PPKM level 4 di Jakarta hari ini. Sebab, kata Yusri, mereka sadar angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta sedang tinggi.
"Banyak flyer-flyer yang beredar di media sosial untuk mengajak demo di Jakarta. Beberapa organisasi seperi ojol dan organisasi yang lain mengatakan tidak ikut karena mereka sadar bahwa jakarta ini tinggi angka Covid," pungkasnya.
Sekadar informasi, wacana aksi demonstrasi terkait penolakan PPKM beredar di media sosial (medsos). Aksi demonstrasi yang bertajuk 'Jokowi End Game' tersebut, rencananya bakal digelar pada Sabtu (24/7/2021) dengan melakukanlongmarchdari Glodok ke Istana Negara. Di mana, undangan aksi tersebut turut mencatut sebuah nama organisasi ojek online.[]






















