- Banjir dan Longsor Terjang 7 Desa di Ciamis, 15 Keluarga Mengungsi
- Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik
- Pasangan Bupati SMS–GES di Desa Elpule dan Desa Leku di Hadiri Ratusan Pendukung
- Komplotan Curanmor Digulung Polisi, Jual Motor di Facebook
- 5.489 KTP el Dimusnahkan, Hindari Penyalahgunaan
- Tomtom Dapat Rp5,1 Miliar dan Kadar Slamet Nikmati Rp9,2 Miliar, Korupsi RTH
- Mayat Bayi di Selokan Disantap Biawak
- Libur Panjang Maulid Nabi di Cirebon, 828 Personel Gabungan Dikerahkan
- 1 PNS Positif Corona, 2 Ruangan di Bale Kota Tasikmalaya Ditutup
- Vanessa Angel Bacakan Pledoi: Saya Alami Gangguan Kecemasan dan Emosi
- 3 Remaja di Cirebon Terluka, Diserang Geng Motor
- Wali Kota Risma Diancam Penjara, Diduga Melakukan Pelanggaran Berat
- Warga Blitar Berdalih Jengkel dengan Polisi, Posting Ujaran Kebencian
- 10 Personel Dishub Kota Bogor Terpapar Covid-19
- Besok Ribuan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Jabar, Tuntut Kenaikan UMK 2021
Merger 3 Bank Syariah BUMN Ditargetkan Kelar Februari 2021

JAKARTA,--Ketua Tim Project Management Office (PMO) merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menargetkan tiga bank syariah perusahaan pelat merah resmi merger pada Februari 2021.
"Nanti Insyaallah legal merger kuartal I 2021. Diharapkan Februari 2021 little merger. Di situ secara resmi (merger) terjadi," ucap Hery dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (13/10).
Saat ini, tiga bank syariah BUMN yang terdiri dari BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri baru saja menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA). Hal itu merupakan bagian awal dari proses merger tersebut.
Baca Lainnya :
- Polisi Tuding Demo 1310 Ricuh Ulah 600 Anak-anak Anarko0
- 500 Orang Ditangkap Polisi saat Demo 13100
- Ali Mochtar Ngabalin Sebut Pedemo Sampah Demokrasi0
- Diminta Bubar, Massa di Patung Kuda Lempar Botol ke Aparat0
- Polisi Tembak Gas Air Mata, Massa Jebol Kawat Blokade Istana 0
"Langkah awal untuk menggabungkan bank syariah BUMN resmi dimulai," imbuh dia.
Hery bilang BRI Syariah akan menjadi entitas yang menerima penggabungan (surviving entity). Anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu sengaja dipilih menjadi surviving entity karena menjadi satu-satunya perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Kenapa jadi surviving, karena satu-satunya dari tiga bank syariah BUMN lain yang sudah public lilsted. Itu jadi cangkang, kami pakai proses itu. Proses penggabungan nanti atau legal merger lebih mudah," ucap Hery.
Lebih lanjut Hery menyatakan pihaknya bersama manajemen bank syariah BUMN lainnya akan mengumumkan skema merger lebih detail pada 20 Oktober 2020 mendatang. Ia menyatakan saat ini masing-masing manajemen perusahaan sedang mengkaji rencana bisnis bank (RBB) pasca merger.
"Nanti 20 Oktober 2020 akan kami umumkan rencana merger seperti apa. Bagaimana komposisi saham, logo mungkin ada juga, kemudian bagaimana terkait dengan layanan nasabah," tutur Hery.
Setelah itu, masing-masing perusahaan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) jika rencana merger ini sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jika semua sesuai jadwal, maka merger bisa resmi dilakukan pada awal 2021 mendatang.[]


































