- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Mengenal Penyakit GERD dan Cara Mencegahnya

Asam lambung dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan penyakit tidak menular yang kejadiannya meningkat di masa pandemi COVID-19. Tercatat dalam studi di Amerika Serikat selama pandemi, penjualan obat antasida atau pereda gejala asam lambung meningkat sangat signifikan karena banyaknya masyarakat yang mengalami stres di masa sulit ini.
Sementara di India tercatat dalam studi 7 dari 30 orang mengalami GERD karena pola dan gaya hidup yang tidak teratur dan tidak sehat. Bahkan sebelum adanya pandemi COVID-19, di Amerika Serikat akan keluhan GERD dari para orang dewasa sebenarnya sudah sangat banyak.
Baca Lainnya :
- Benarkah Mengonsumsi Ibuprofen Saat Terinfeksi Virus Corona Bisa Berbahaya0
- dr Tirta Berstatus PDP Covid-19,Titip ke Anies & Sebut Staf Presiden Jokowi0
- Cara Mengobati Diabetes secara Alami dan Mudah0
- Pernah Sakit-sakitan, Rajin Olahraga Bikin Nenek 73 Tahun Jauh Lebih Bugar0
- Ajaib, Kakek Usia 101 Tahun Berhasil Sembuh dari Virus Corona Covid-190
GERD adalah asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan (re-flux) disebabkan katup lambung tidak berfungsi optimal
Pada sebuah survei yang diikuti 71.000 orang dewasa asal Amerika Serikat di 2019, tercatat banyak yang mengalami ketidaknyamanan sebagai gejala dari Asam Lambung. Mereka mengalami kenaikan asam lambung dari jumlah yang kecil dengan kondisi cairan asam dari perut naik menuju mulut mereka melewati kerongkongan.
GERD ditandai dengan perasaan terbakar atau panas di bagian perut dan kerongkongan. Hal ini menyebabkan penderitanya tidak dapat beraktivitas dengan normal karena asam lambung yang bergejolak terutama pada saat bergerak.
Selain memberikan rasa tidak nyaman di area perut dan kerongkongan, penderita juga bisa mengalami rasa ingin muntah, suara yang serak, gangguan di saluran pernafasan, batuk, hingga asma. Efek dari asam lambung pun akan terasa sangat lama dan sulit ditangani dalam waktu singkat.
Jika terjadi terlalu sering, maka penderita bahkan memiliki risiko tinggi mengidap kanker mematikan yang disebut esphageal adenocarcinoma.
Apa sebabnya?
Gaya hidup makan makanan yang instan, makan tanpa mengunyah yang ideal, hingga minum minuman yang mengandung kafein di kala perut masih kosong menjadi faktor- faktor ringan yang justru memperburuk kondisi lambung penderita GERD. Bagi anda yang mau terhindar dari GERD atau sudah menderita penyakit asam lambung ini, maka anda perlu melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup. Setidaknya ada lima gaya hidup yang perlu anda ubah sebagai cara menjaga lambung anda tetap sehat dan memproduksi asam yang sesuai dengan kebutuhan metabolisme tubuh.
Lima gaya hidup itu didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Harvard dan dinamakan sebagai gaya hidup anti asam lambung. Penelitian itu dilakukan lebih dari 12 tahun lamanya dan berasal dari 40 ribu perawat yang telah membantu penanganan asam lambung.
Selain itu anda juga memotong potensi memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kanker. Lima gaya hidup itu yakni menjaga berat badan, tidak merokok, latihan tubuh dan olahraga, tinggalkan kopi-teh dan soda serta ikuti diet seimbang. []






















