- Ahsan/Hendra Gagal ke Final Usai Dihentikan Ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin
- Kota Sukabumi Sudah Bebas Dari Zona Merah Covid-19
- Rapat Paripurna DPRD, Bupati `RPJMD Penjabaran Visi, Misi Dan Program Kepala Daerah`
- Mengapa Dibacakan Surat Yasin Saat Sakaratul Maut?
- Saling Sindir di Medsos, Hubungan Sahrul Gunawan dengan Bupati Terancam Retak
- KPK Periksa Anggota DPRD Jabar terkait Suap Proyek di Indramayu
- Tersangka Kasus Korupsi Bansos di Bandung Barat Segera Disidang
- KSAL Pimpin Sertijab 6 Jabatan Strategis TNI AL
- 4 Karyawan Apotek Diciduk Jual Obat Anti Covid-19 dengan Harga Tinggi
- Inggris Kirim Ratusan Ribu Vaksin AstraZeneca ke Indonesia
- Polres Depok Periksa Ketua RW 05 Beji, Soal Dana Bansos Dipotong Rp50 Ribu
- Kotoran Anjing Dibayar Mahal Dengan Hilangnya Nyawa Tetangga
- Anggota Satpol PP DKI Gadungan Raup Rp60 Juta Digelandang Polisi
- Puluhan Napi di Lapas Majalengka Kembali Negatif COVID-19
- Ketua Satgas: Tak Ada Seorangpun Kebal Corona
Mendagri Sebut DKI Lebih Tepat Pilih Opsi Rapid Test Ketimbang Lockdown

Mendagri Sebut DKI Lebih Tepat Pilih Opsi Rapid Test Ketimbang Lockdown
JAKARTA,-- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut jalan-jalan tikus yang menghubungkan Kota Jakarta dengan daerah sekitarnya akan membuat lockdown menjadi tidak efektif. Hal ini lantaran korban Covid-19 terbanyak dari DKI Jakarta.
Baca Lainnya :
- Pengusaha Dukung Penghentian Kegiatan Kantor Selama 14 Hari0
- Jokowi Hadirkan 5 Juta Obat Covid!0
- Operasi Perawan Jelang Nikah, Menyesal Setelah Tahu Masa Lalu Pacarnya0
- Penyerangan Terhadap Freeport Ternyata Hanya Kedok untuk Melengserkan Panglima TPNPB Goliat Tabuni.0
- Pesawat Hercules TNI Angkut 9 Ton Peralatan Medis Corona Dari Cina0
"Jakarta sudah jadi megapolitan dan hampir tidak ada batas dengan Depok, Tanggerang maupun Bekasi," kata Tito Karnavian usai rapat bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (22/3/2020).
Menurut dia, DKI Jakarta bisa saja menutup akses jalan nasional, provinsi ataupun jalan kota, namun jalan-jalan tikus yang hanya bisa dilalui motor atau perorangan akan sulit terpantau, sehingga opsi lockdown dirasa kurang tepat.
Dalam melihat opsi lockdown DKI Jakarta, Tito menimbang serta membandingkanya dengan Kota Tokyo, Seoul dan Sanghai yang tidak melakukannya namun mampu meredam sebaran Covid-19.
Selain itu opsi lockdown dinilai akan berpengaruh dengan sistem ekonomi Indonesia karena Jakarta merupakan pusat ekonomi, tempat 70 persen uang beredar, sehingga berpotensi menimbulkan krisis ekonomi jika dilakukan.
Selain pertimbangan ekonomi, ia juga menyebut ada beberapa pertimbangan dari sisi sosial, budaya dan kondisi kedaruratan kesehatan yang harus dipertimbangkan secara matang jika DKI ingin melakukan lockdown atau karantina wilayah secara penuh.
Tito mengatakan lebih setuju dengan opsi rapid test. "Tokyo dan Seoul tidak lockdown tapi mampu membendung (COVID-19) dengan rapid test," ujar Tito.
Maka pemerintah telah memesan 1,5 juta test kit untuk rapid test yang segera diujikan melalui gugus tugas di daerah-daerah sebagai deteksi dini penyebaran COVID-19.
Selain itu ia juga menekankan agar penerapan jarak sosial atau social distancing lebih dimaksimalkan untuk memutus rantai penularan COVID-19 dengan menunda semua kegiatan yang melibatkan banyak massa.
"Kerumunan bisa menjadi mesin penularan COVID-19, jika tertular satu sama lain sama saja membunuh yang lain," ujar Tito.[]

































