- 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat, Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak
- Jabar Hapus Denda dan Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
- Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
- Anggota Ormas Bentrok 2 Orang Ditusuk, Darah Tertumpah di Jalanan
- Rumah Makan Kari Am di Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi Ludes Terbakar
- KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat
- Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro, BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis
- Maki Desak Dipindah ke Lapas Wanita, Pinangki Masih Ditahan di Kejagung
- Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan
- Mances Pelaku Permerkosa Gadis 15 Tahun Ditangkap Polisi Setelah Satu Tahun Kabur
- Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
- Dirut dan Komut PT ASA Ditetapkan sebagai Tersangka,Timbun Obat Covid-19
- Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Akhirnya Diterima di Gelombang II Tahun 2022
- Diduga Selingkuhan Suaminya, Wanita di Makassar Tikam Mahasiswi
- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
Jokowi Hadirkan 5 Juta Obat Covid!

Pak Joko Widodo ini orang yang tidak banyak bicara. Dia bekerja dalam diam. Karena jika diam, pekerjaan dan deal-dealan di balik layar akan lebih mudah. Negosiasi akan berlangsung dengan sangat baik, jika dikerjakan tanpa terlalu banyak kata-kata. Joko Widodo bermain dengan bahasa tubuh.
Dia tidak ikut-ikutan masuk ke dalam arus kata-kata dan bacotan-bacotan ala Bapak Anies Baswedan yang sebenarnya kalau mau disingkat, jangan disingkat BAB saja. Joko Widodo bermain dan berselancar di laut dalam. Hidupnya tenang. Jutaan alat test Covid dan obatnya sudah dipesan dan sedang datang! Hanya orang yang cakranya terbuka, baru bisa melihat kekuatan Joko Widodo dalam diam.
Di dalam diam, dia seolah tidak ingin mempermalukan Prabowo yang dulu pernah koar-koar Indonesia antek asing dan aseng. Di dalam diam, Joko Widodo dengan lugas dan tegas memerintahkan Prabowo untuk mengambil obat-obatan itu dari Cina, untuk didatangkan ke Indonesia.
Baca Lainnya :
- Operasi Perawan Jelang Nikah, Menyesal Setelah Tahu Masa Lalu Pacarnya0
- Penyerangan Terhadap Freeport Ternyata Hanya Kedok untuk Melengserkan Panglima TPNPB Goliat Tabuni.0
- Pesawat Hercules TNI Angkut 9 Ton Peralatan Medis Corona Dari Cina0
- Grafik Pasien Corona hingga 21 Maret Melonjak Jadi 450 Kasus0
- Pemprov Jabar akan Membagikan Masker Gratis0
Di dalam diam, Presiden Joko Widodo berkoordinasi dengan orang-orang yang terkait, untuk menyelesaikan masalah dengan cara memetakan masalah, para pasien ada di mana. Dia tahu jelas bahwa banyak sekali suspect Corona di Jakarta Selatan. Maka dia memerintahkan untuk melakukan test massal di Jakarta Selatan, tempat yang memenangkan si gubernur bodoh, Anies Baswedan.
Bagi saya, apa yang dikerjakan Joko Widodo, harus dilihat dari posisi yang lebih tinggi lagi. Kita harus memiliki pandangan helikopter, kalau yang bahasa kampungnya adalah eagle view, terhadap apa yang dikerjakan Joko Widodo.
Di dalam diam, bukan berarti dia tidak bekerja. Stigma kita tentang “bekerja”, seringkali didefinisikan dengan “harus berbicara, kelihatan kerja, dan lain sebagainya”. Akan tetapi, kerja yang sesungguhnya adalah seperti yang dilakukan oleh Joko Widodo. Tidak serta merta pakai kata-kata yang diumbar ke publik.
Sesuatu yang diumbar ke publik dengan gamblang, tentu memiliki efek samping. Sebetulnya Anies tahu bahwa Joko Widodo tidak ingin lock down. Namun Jokowi tidak berbicara saja secara gamblang. Dari sini, kita melihat bagaimana Anies sengaja memancing di air keruh, dengan mewacanakan Lock Down Jakarta, yang ternyata itu adalah settingan busuk dari Pak JK si pemakan pisang itu.
Selama ini kita mengetahui bahwa Jokowi adalah sosok yang tidak main-main, jika bicara tentang kebijakan. Maka mendengar wacana Lock Down, Jokowi pun harus melakukan konferensi pers. Dia tidak bisa lagi diam. Dia harus keluar dari lubang di mana ia berstrategi. Joko Widodo ini macam singa yang menatap segalanya dari dalam gua. Dia memilih untuk tidak keluar pamer diri saat kondisi genting.
Saat Anies membombardir Jakarta dengan kebijakan gilanya membatasi Trans Jakarta dan MRT, Jokowi pada akhirnya turun. Karena apa? Karena ia tahu, bahwa yang dipermainkan Anies adalah nyawa puluhan ribu, mungkin ratusan ribu warga Jakarta yang menyandarkan hidup mereka pada moda transportasi umum.
Dia pada akhirnya harus berbicara dari dalam istana dengan begitu berani. Dia menyatakan bahwa Social Distancing bukan berarti mengurangi moda transportasi. Pada akhirnya, Jokowi keluar, dan itulah yang membuat si dungu ketakutan.
Sekarang, Jokowi memerintahkan pencipta dari Anies untuk pergi ke Cina, ambil pesawat. Tapi Jokowi tidak mengatakan itu secara langsung di publik. Mengapa? Jokowi tahu bahwa pendukung Prabowo itu banyak yang masih anti Cina. Maka Jokowi sebenarnya sedang menyelamatkan wajah Prabowo.
Joko Widodo pada akhirnya membawa pulang jutaan alat tes Covid 19 dan vaksin yang katanya sudah ditemukan itu. Saya menaruh harapan besar sekaligus optimisme yang luar biasa terhadap hal ini. Joko Widodo ternyata bergerak dalam diam.
Di dalam arus dalam, gerakan Jokowi begitu cepat. Ketika keluar ke permukaan, sontak rakyat pada kaget dan bersorak sorai melihat kemenangan Indonesia atas Covid, sudah di depan mata. Jokowi sadar bahwa Covid itu seperti pandemic yang sangat berbahaya.
Sebetulnya pasien positif Corona ini, tidak ratusan. Mungkin angkanya bisa lebih dari yang terdata kali ini, mengingat alat test yang digunakan yakni dengan metode genetika genom, membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkan hasil.
Sekarang Jokowi membeli alat tes Covid 19, yang semudah test pack kehamilan. Cepat sekali. Hanya bermodalkan sampel darah seperti tes diabetes. Saya berharap, Jokowi bisa memberikan harapan. Bukan hanya rakyat senang, namun jiwa Jokowi memberikan energi positif bagi bangsa ini. Terima kasih Pak Presiden. []

































