- 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat, Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak
- Jabar Hapus Denda dan Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
- Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
- Anggota Ormas Bentrok 2 Orang Ditusuk, Darah Tertumpah di Jalanan
- Rumah Makan Kari Am di Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi Ludes Terbakar
- KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat
- Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro, BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis
- Maki Desak Dipindah ke Lapas Wanita, Pinangki Masih Ditahan di Kejagung
- Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan
- Mances Pelaku Permerkosa Gadis 15 Tahun Ditangkap Polisi Setelah Satu Tahun Kabur
- Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
- Dirut dan Komut PT ASA Ditetapkan sebagai Tersangka,Timbun Obat Covid-19
- Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Akhirnya Diterima di Gelombang II Tahun 2022
- Diduga Selingkuhan Suaminya, Wanita di Makassar Tikam Mahasiswi
- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
Grafik Pasien Corona hingga 21 Maret Melonjak Jadi 450 Kasus

JAKARTA,-- Hingga hari ini, terdapat 450 kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia. Angka ini sudah melonjak tajam dari awal mula kasus ini dikonfirmasi pemerintah.
"Kasus positif COVID-19 dari tanggal 21 sampai hari ini sebanyak 81 orang, sehingga total kasus menjadi 450 orang," ujar juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, di Ghra BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).
Pemerintah sudah 15 kali menyampaikan update kasus positif Corona di Indonesia. Kenaikan terbesar terjadi pada 19 Maret 2020 (bertambah 82 kasus).
Baca Lainnya :
- Zona Merah Penyebaran Corona di Jabar 0
- Istilah Asing Bertebaran saat Darurat Corona, Perlu Bahasa Lebih Mudah0
- Chloroquine Obat Keras Masyarakat Jangan asal Beli0
- Gunakan Bilik Telepon Cara Baru Korea Selatan Tes Corona0
- Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona 0
Dalam kesempatan sebelumnya, Yuri mengatakan melonjaknya angka kasus pasien positif virus Corona karena pemerintah tengah intens melakukan pelacakan kasus. Yang kedua adalah kesadaran masyarakat yang ingin diperiksa.
Rapid Test Juga Diterapkan ke Keluarga Pasien Corona:
"Kita berharap pada setelah dilaksanakan kegiatan masyarakat diharapkan pada bulan April kita sudah mulai melihat hasilnya dan kita berharap ini sudah mulai terkendali, tetapi saat sekarang memang betul sedang naik karena 2 hal," ujar Yuri pada 18 Maret 2020.
"Yang pertama bahwa contact tracing kita lakukan secara intens sehingga kita semakin banyak menemukan kasus ini, yang kedua adalah kesadaran dari seluruh masyarakat bahwa mereka semakin peduli, mereka semakin peduli dan semakin mau untuk diperiksa," imbuhnya.
Karena itu, Yuri mengatakan ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempersiapkan laboratorium seoptimal mungkin untuk menguji sampel warga.
"Oleh karena ini sebuah tantangan yang besar untuk kita bersama pada saat keinginan masyarakat semakin meningkat tentunya sarana fasilitas untuk agar mereka bisa melalui laboratorium harus kita tingkatkan, kalau tidak demikian maka akan terjadi gap dan ini akan menimbulkan permasalahan, ini yang akan kita lakukan di dalam minggu-minggu ke depan," jelas Yuri.
Berikut ini perkembangan penambahan kasus virus Corona di Indonesia hingga 21 Maret 2020:
2 Maret: 2 kasus
6 Maret: 2 kasus baru (akumulatif 4)
8 Maret: 2 kasus baru (akumulatif 6)
9 Maret: 13 kasus baru (akumulatif 19)
10 Maret: 8 kasus baru (akumulatif 27)
11 Maret: 7 kasus baru (akumulatif 34)
13 Maret: 34 kasus baru (akumulatif 69)
14 Maret: 27 kasus baru (akumulatif 96)
15 Maret: 21 kasus baru (akumulatif 117)
16 Maret: 17 kasus baru (akumulatif 134)
17 Maret: 38 kasus baru (akumulatif 172)
18 Maret: 55 kasus baru (akumulatif 227)
19 Maret: 82 kasus baru (akumulatif 309)
20 Maret: 60 kasus baru (akumulatif 369)
21 Maret: 81 kasus baru (akumulatif 450)

































