- 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat, Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak
- Jabar Hapus Denda dan Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
- Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
- Anggota Ormas Bentrok 2 Orang Ditusuk, Darah Tertumpah di Jalanan
- Rumah Makan Kari Am di Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi Ludes Terbakar
- KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat
- Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro, BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis
- Maki Desak Dipindah ke Lapas Wanita, Pinangki Masih Ditahan di Kejagung
- Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan
- Mances Pelaku Permerkosa Gadis 15 Tahun Ditangkap Polisi Setelah Satu Tahun Kabur
- Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
- Dirut dan Komut PT ASA Ditetapkan sebagai Tersangka,Timbun Obat Covid-19
- Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Akhirnya Diterima di Gelombang II Tahun 2022
- Diduga Selingkuhan Suaminya, Wanita di Makassar Tikam Mahasiswi
- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
Operasi Perawan Jelang Nikah, Menyesal Setelah Tahu Masa Lalu Pacarnya

Mungkin Anda bisa menjadikan kisah yang satu ini sebagai suatu pembelajaran yang berharga.Kisah ini mengenai sebelum melakukan sesuatu ada baiknya untuk dipikirkan matang-matang.
Seperti kisah yang dialami oleh wanita yang satu ini. Mungkin ada yang tahu atau pernah mendengar Hymenoplasty? Ya, ini adalah istilah untuk rekontruksi kembali selaput dara pada wanita agar dapat kembali perawan.
Perempuan bernama Swati berbagi cerita tentang keputusannya melakukan operasi hymenoplasty sebelum ia menikah. Swati memiliki kehidupan yang buruk di masa lalu sehingga kini ia tidak lagi perawan. Gambaran pernikahan yang suci dengan laki-laki pilihan keluarganya membuat ia memutuskan untuk melakukan operasi.
Baca Lainnya :
- Pesawat Hercules TNI Angkut 9 Ton Peralatan Medis Corona Dari Cina0
- Pemprov Jabar akan Membagikan Masker Gratis0
- Zona Merah Penyebaran Corona di Jabar 0
- Istilah Asing Bertebaran saat Darurat Corona, Perlu Bahasa Lebih Mudah0
- Chloroquine Obat Keras Masyarakat Jangan asal Beli0
Namun kemudian Swati Srivastava, nama lengkapnya, menyesali keputusannya seperti dilansir timesofindia.
Saat pertama kali bertemu, Aditya terlihat begitu sempurna. Memiliki perkerjaan yang baik, rendah hati dan ramah. Mereka memutuskan untuk menikah.
Swati tidak bisa membayangkan apabila Aditya tahu bahwa dia tak lagi perawan. Lantas ia bertanya kepada temannya dan memutuskan untuk melakukan operasi hymenoplasty. Operasi tersebut merekontruksi kembali selaput daranya.
Rasa sayangnya terhadap Aditya dan tidak ingin kehilangan membuat Swati yakin melakukan hal tersebut. Namun ia tidak memikirkan jangka panjangnya di kemudian hari apa yang akan terjadi.
Biaya yang ia keluarkan adalah 50000 rupee atau sekitar Rp10.541.850,- pada sebuah klinik. Prosedurnya hanya berlangsung 1 jam, setelah itu Swati diminta meminum antibiotik dan obat lainnya. Swati harus menunggu 15 hari agar selaput daranya sempurna dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas fisik yang berat.
Sebulan pasca menikah Swati berbulan madu dengan Adit di Okney, Skotlandia. Mereka menikmati bulan madunya. Adit menanyakan masa lalu Swati, dan Swati mengatakan bahwa ia masih perawan. Ada perasaan bersalah dari Swati karena ia berbohong. Namun, saat pertanyaan ditujukan kepada Adit semua berubah.
Adit mengaku telah melakoni hubungan seks dengan wanita lain sebelumnya selama 5 tahun. Bahkan ia lakukan secara berkelompok. Dia telah memutuskan akan menjadi pria lajang setelah bertemu Swati. Dia begitu terpukul dan malu atas perbuatan yang ia lakukan. Terlebih mengetahui apa masa lalu Adit. Dia seperti ingin menghilang saja.
Swati menyesali kebodohan yang ia lakukan, dan banyaknya jumlah uang yang ia keluarkan karena uang tersebut dapat ia gunakan untuk membantu orang lain. Dia berbohong pada suaminya dan tetap mempertahankan kebohongannya, dan itu menjadi beban untuknya.
Tidak ada yang perlu yang disembunyikan dengan pasangan, katakanlah jujur apa adanya. Cinta adalah menemukan seseorang yang mencintai Anda di luar kesusahan, sekalipun itu tentang keperawanan.
Suatu keputusan yang telah dipilih akan menimbulkan konsekuensi, jangan hanya mendengar dari satu pihak. Harus mendengarkan kata hati tidak hanya menuruti keinginan. Cobalah terbuka dan bicarakan segala hal dengan pasangan anda. Belajar dari cerita Swati tersebut, banyak pesan yang dapat kita ambil, kejujuran adalah baik meskipun itu pahit. Bicarakan segala seuatu dengan pasangan, keterbukaan menjadi kunci sebuah hubungan berjalan adil untuk kedua pihak. []
Artikel ini telah tayang di tribun-medan

































